{"id":3452,"date":"2025-11-27T13:13:55","date_gmt":"2025-11-27T13:13:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.coinspeaker.com\/id\/?p=3452"},"modified":"2025-11-27T13:22:35","modified_gmt":"2025-11-27T13:22:35","slug":"bitcoin-naik-90k-3-presale-kripto-pilihan-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.coinspeaker.com\/id\/bitcoin-naik-90k-3-presale-kripto-pilihan-2025\/","title":{"rendered":"Bitcoin Kembali ke $90K: 3 Presale Kripto Sumber Cuan Alternatif Sebelum 2025 Berakhir"},"content":{"rendered":"
Bitcoin kembali menyentuh level $90.000, namun aliran modal investor kini mulai beralih ke proyek-proyek baru yang dinilai lebih agresif. Saat market bergerak datar, presale kripto justru menawarkan potensi pertumbuhan eksponensial bagi investor awal.<\/p>\n
Tiga nama mencuat sebagai kandidat terkuat jelang akhir tahun: Bitcoin Hyper, Maxi Doge, dan Pepenode. Ketiganya berada di fase presale dan dianggap memiliki utilitas nyata, komunitas berkembang, serta tokenomics yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Mana yang paling cocok untuk strategi Anda?<\/p>\n
Harga Bitcoin<\/b><\/a> resmi kembali ke level $90.000 atau setara Rp1,496,790,000 (kurs 27 November 2025: Rp16.631\/USD). Lonjakan ini memicu gelombang optimisme di kalangan investor ritel, didorong oleh pulihnya sentimen pasar global, langkah akomodatif Federal Reserve, serta laporan bahwa ETF spot Bitcoin di Asia dan Eropa menunjukkan lonjakan volume transaksi harian hingga 38%.<\/p>\n Namun, bagi investor yang sudah lama berkecimpung di dunia crypto, euforia harga tinggi justru menjadi sinyal waspada. Di level $90.000, upside Bitcoin<\/a> semakin terbatas. Banyak analis bahkan memperkirakan akan ada koreksi konsolidatif dalam waktu dekat, sebelum reli besar berikutnya terjadi di tahun 2026 menjelang halving reward Ethereum<\/a> 2.0. Oleh karena itu, fokus mulai bergeser dari akumulasi aset lama ke pencarian peluang baru di ranah presale kripto<\/b><\/a>.<\/p>\n Faktanya, data dari DEXTools dan CoinGecko menunjukkan bahwa volume wallet aktif justru naik signifikan di sektor altcoin dan presale. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa investor rasional tidak lagi menumpuk posisi di aset besar seperti Bitcoin<\/b><\/a>, melainkan mencari entry point awal yang berpotensi memberi ROI besar dalam waktu lebih singkat.<\/p>\n Presale atau penjualan awal token menjadi strategi utama bagi investor yang ingin masuk lebih awal ke proyek kripto potensial sebelum listing di bursa besar. Alasan utamanya jelas: harga sangat murah<\/b><\/a>, belum terdilusi oleh trader jangka pendek, dan seringkali disertai insentif staking atau bonus pembelian.<\/p>\n Contohnya, tiga proyek presale yang kini menjadi incaran investor crypto global \u2014 yaitu:<\/p>\n Ketiga presale ini bukan hanya tren sesaat. Data on-chain menunjukkan volume pembelian wallet institusional kecil (whale) mulai masuk sejak minggu ke-3 November 2025. Bahkan, beberapa analis dari Messari dan LunarCrush menilai proyek seperti Bitcoin Hyper punya potensi menjadi salah satu \u201ctop gainer 2026\u201d karena memanfaatkan celah fundamental ekosistem Bitcoin yang selama ini minim inovasi di ranah Layer-2.<\/p>\n Kenaikan Bitcoin ke $90K tentu memberi keuntungan besar bagi investor early-stage. Namun, pertanyaan utamanya bukan apakah akan naik lebih tinggi, melainkan: \u201cApakah saat ini masih layak masuk?\u201d<\/p>\n Beberapa sinyal teknikal dan makroekonomi justru menunjukkan potensi pembalikan arah dalam jangka pendek:<\/p>\n \ud83d\udd25UPDATE: Just 7 days ago, markets priced a December rate cut at 30%. Today? 85% even @jpmorgan<\/a> piling on – confirms the cut!<\/p>\n What changed, you ask? \u2014 PaulBarron (@paulbarron) November 27, 2025<\/a><\/p><\/blockquote>\n Dengan kata lain, meski tren jangka panjang Bitcoin tetap bullish, saat ini bukanlah entry point terbaik bagi investor baru. Oleh karena itu, investor yang ingin tetap eksposur ke aset kripto dengan potensi pertumbuhan agresif mulai beralih ke strategi presale.<\/p>\n Bitcoin Hyper ($HYPER)<\/b><\/a> menjadi salah satu presale yang paling diperhatikan menjelang akhir 2025. Proyek ini mengusung solusi Layer-2 berbasis Bitcoin yang bertujuan menghadirkan infrastruktur DeFi lengkap \u2014 mulai dari DEX, staking, hingga stablecoin \u2014 langsung di atas jaringan Bitcoin.<\/p>\n Pendekatan ini menjawab kebutuhan pasar yang selama ini merasa bahwa Bitcoin tertinggal dari Ethereum dan Solana dalam hal adopsi aplikasi terdesentralisasi.<\/p>\n Performance defines what\u2019s possible. \u26a1\ufe0f<\/p>\n Bitcoin Hyper is benchmarking how to deliver Solana-grade throughput on a Bitcoin-anchored SVM rollup\u2014balancing speed, cost, and security with real data, not hype.<\/p>\n Read more: https:\/\/t.co\/dq0itEGBR8<\/a> pic.twitter.com\/n26s7C28N5<\/a><\/p>\n \u2014 Bitcoin Hyper (@BTC_Hyper2) November 27, 2025<\/a><\/p><\/blockquote>\n Hyper is getting HYPED! \u26a1\ufe0f<\/p>\n 28M Raised! \ud83d\udd25 pic.twitter.com\/LxiuHbDpAH<\/a><\/p>\nStrategi Presale Jadi Fokus Baru: Potensi ROI 50x\u201380x dalam 3\u20136 Bulan<\/b><\/h2>\n
\n
Bitcoin Menembus $90K: Apakah Ini Saatnya Realisasi Profit?<\/b><\/h2>\n
\n
\n
\n
\n\ud83c\udfafNY Fed’s Williams (Powell’s right-hand) signaled openness to cuts
\n\ud83c\udfafSep jobs report showed weakness (119K vs expected)\u2026<\/p>\nBitcoin Hyper: Layer-2 Revolusioner dengan Visi Menghidupkan DeFi di Jaringan Bitcoin<\/b><\/h2>\n
<\/p>\nFitur Unggulan Bitcoin Hyper<\/b><\/h3>\n
\n
<\/p>\n\n
Data Presale<\/b><\/h3>\n
\n\n
\n Detail<\/b><\/td>\n Informasi<\/b><\/td>\n<\/tr>\n \n Harga Token<\/td>\n $0.013195 atau Rp219,50<\/td>\n<\/tr>\n \n Dana Terkumpul<\/td>\n $25.31 juta dari target $25.62 juta<\/td>\n<\/tr>\n \n Waktu Tersisa<\/td>\n 6 jam 58 menit hingga naik harga<\/td>\n<\/tr>\n \n Staking Aktif<\/td>\n >780 juta token terkunci<\/td>\n<\/tr>\n \n APY Staking<\/td>\n 60% per tahun<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n \n