Adopsi ETF serta kejelasan regulasi mendorong XRP menuju $8 dan mengukuhkan dominasi ekosistem Solana.
Meski pasar memecoin lesu, Dogecoin tetap menjadi pilihan utama berkat potensi integrasi platform global.
Sebagai Layer 2, Bitcoin Hyper menawarkan skalabilitas tinggi dan imbal hasil staking bagi pemegang Bitcoin.
.
Memasuki awal 2026, optimisme baru menyelimuti pasar altcoin setelah melewati dinamika 2025 yang cukup menantang. Banyak investor kini mulai menyaring aset yang diprediksi menjadi crypto paling menjanjikan, dengan XRP, Solana, dan Dogecoin sebagai sorotan utama.
Meski Bitcoin bertahan di sekitar $88.500, mayoritas altcoin masih terkoreksi dalam dari harga tertingginya. Mengingat siklus empat tahunan kini sulit ditebak, SOL, XRP, dan DOGE dianggap memiliki fundamental paling menarik untuk diperhatikan sepanjang tahun ini.
XRP (XRP): Target $8 dan Kelangkaan Pasokan di Bursa
Pasar kripto awal 2026 dikejutkan dengan kondisi suplai XRP (XRP) di berbagai bursa yang menyentuh titik terendah dalam delapan tahun terakhir. Fenomena ini menjadi indikasi kuat adanya akumulasi besar-besaran oleh para “whale” dan investor institusi.
Ketika jumlah koin di bursa menipis, tekanan jual biasanya berkurang, membuka jalan bagi crypto paling menjanjikan ini untuk melesat lebih tinggi.
Sentimen positif tersebut diperkuat oleh masifnya arus kas masuk melalui ETF XRP spot yang telah mencatatkan dana lebih dari $1,4 miliar sejak peluncurannya. Angka ini mewakili hampir 0,75% dari total suplai XRP hanya dalam hitungan bulan.
Analis dari Standard Chartered bahkan memproyeksikan kenaikan fantastis hingga 300%, dengan target harga menembus $8 pada tahun ini. Prediksi optimistis tersebut didukung oleh kejelasan regulasi di Amerika Serikat yang kini jauh lebih bersahabat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Secara teknikal, ada tiga level krusial yang perlu diperhatikan investor pada kuartal pertama 2026:
Support Utama ($1,80): XRP wajib bertahan di atas level ini untuk menjaga struktur bullish.
Resistance Psikologis ($2,00): Jika level $1,80 kokoh, target berikutnya adalah menguji angka bulat $2,00.
Target Jangka Pendek ($2,20): Dengan indikator RSI yang berada di kisaran 48, masih tersedia ruang cukup lebar bagi harga untuk reli menuju $2,20 tanpa risiko overbought.
Namun, investor harus tetap waspada jika harga jatuh di bawah $1,80 secara konsisten. Jika itu terjadi, struktur kenaikan bisa rusak dan harga kemungkinan akan mencari tumpuan baru di level support kritis sekitar $1,60.
Solana (SOL): Raja Blockchain di Tahun 2025
Solana (SOL) bukan lagi sekadar penantang di pasar kripto; aset ini telah mengukuhkan posisinya sebagai ekosistem papan atas. Menutup tahun 2025, Solana resmi menjadi blockchain dengan pendapatan tertinggi, meraup lebih dari $1,4 miliar dan melampaui kompetitor berat seperti Hyperliquid.
Tak hanya itu, Solana juga memimpin dalam volume transaksi DEX (Decentralized Exchange) secara global, membuktikan bahwa likuiditas dan adopsi pengguna tetap masif meski di tengah periode pasar yang fluktuatif.
Faktor utama yang menjadikannya crypto paling menjanjikan tahun ini adalah lampu hijau untuk ETF Solana. Kehadiran produk investasi institusi ini diprediksi akan mengulang kesuksesan awal peluncurannya, di mana SOL mencatatkan rekor arus kas masuk (inflow) selama 21 hari berturut-turut.
Dengan fundamental yang semakin matang dan dukungan dana besar, Solana kini bersiap untuk pergerakan harga yang lebih agresif di sepanjang 2026.
Secara teknikal, pergerakan harga SOL saat ini memang terlihat sedikit tertekan dalam pola descending channel pada grafik 4 jam. Namun, ada pertanda menarik:
Pertahanan Kuat: Area support di kisaran $117–$118 telah diuji dua kali dan terbukti kokoh. Keberhasilan menjaga level ini sangat krusial bagi kepercayaan pasar.
Titik Balik Momentum: Jika SOL mampu menembus dan bertahan di atas zona $127,50–$130,50, tren negatif bisa berbalik dengan cepat menuju target $133 hingga $140.
Risiko Penurunan: Sebaliknya, jika gagal menanjak, harga kemungkinan akan kembali menguji $118. Jika level itu jebol, investor perlu memantau support yang lebih dalam di area $112.
Melihat data penggunaan jaringan yang tetap tinggi meski harga terkonsolidasi, banyak analis menilai ini hanyalah fase pengumpulan tenaga sebelum lonjakan berikutnya.
Dogecoin (DOGE): Masihkah akan Merajai Ruang Memecoin di 2026?
Tahun 2025 menjadi periode yang cukup kelam bagi narasi meme coin. Setelah sempat bergairah di awal tahun berkat ekosistem Solana, kepercayaan investor ritel hancur pasca peluncuran token bertema politik yang terus merosot tanpa pemulihan.
Sentimen pasar pun jatuh ke titik terendahnya dalam beberapa tahun terakhir. Namun, bagi mereka yang percaya pada siklus pembalikan, Dogecoin (DOGE) tetap dianggap sebagai crypto paling menjanjikan di kategori koin berbasis komunitas ini.
Sebagai pemimpin pasar memecoin, DOGE saat ini diperdagangkan dengan diskon besar, turun lebih dari 62% dibandingkan tahun lalu.
Meski pasarnya terlihat lesu, pengaruh tokoh seperti Elon Musk dan integrasi potensial di platform X (dahulu Twitter) tetap menjadi kartu as yang bisa memicu reli mendadak. Secara historis, Dogecoin sering kali bangkit justru di saat banyak orang mulai meragukannya.
Dari sisi teknikal, pergerakan DOGE saat ini sedang menguji kesabaran para pemegangnya:
Zona Permintaan ($0,12): Harga saat ini tertahan di level terendah tahunan. Meski berfungsi sebagai lantai dukungan, pengujian yang terlalu sering berisiko membuat pertahanan ini jebol jika tekanan jual tidak mereda.
Hambatan Utama ($0,14): Level ini adalah resistance kunci. Selama harga masih di bawah angka ini, kenaikan yang terjadi hanya dianggap sebagai koreksi sementara, bukan pembalikan tren sepenuhnya.
Target Pemulihan ($0,16 – $0,21): Sinyal bullish yang kuat baru akan muncul jika DOGE mampu merebut kembali level $0,16. Jika momentum ini terjaga, pintu menuju $0,18 hingga $0,21 akan terbuka lebar, mengembalikan optimisme ke pasar memecoin.
Bitcoin Hyper (HYPER): Crypto Paling Menjanjikan dengan Solusi Layer-2 Bitcoin
Di saat aset besar seperti XRP dan Solana sedang sibuk membangun ulang struktur pasarnya, sejumlah investor mulai melirik proyek dengan kurva risiko yang lebih tinggi namun menawarkan potensi asimetris.
Di sinilah Bitcoin Hyper (HYPER) muncul sebagai coin baru yang menjadi sorotan. Proyek ini baru saja melewati tonggak sejarah dengan mengumpulkan pendanaan presale lebih dari $30 juta (sekitar Rp500 miliar), sebuah angka psikologis penting yang menunjukkan besarnya minat investor awal terhadap narasi “Bitcoin Renaissance”.
Konsep yang diusung HYPER cukup ambisius: mentransformasi Bitcoin dari sekadar penyimpan nilai (store of value) menjadi jaringan yang produktif melalui solusi Layer 2.
Dengan mengadopsi teknologi Solana Virtual Machine (SVM), Bitcoin Hyper mampu memproses hingga 65.000 transaksi per detik dengan biaya yang sangat rendah. Hal ini memungkinkan Bitcoin digunakan dalam ekosistem DeFi, pembayaran cepat, hingga smart contract tanpa mengorbankan keamanan fundamental jaringan utamanya.
Beberapa alasan mengapa $HYPER dianggap sebagai crypto paling menjanjikan di sektor infrastruktur tahun ini antara lain:
Skalabilitas Radikal: Integrasi SVM membawa kecepatan ala Solana ke dalam likuiditas Bitcoin yang masif.
Insentif Staking: Ekosistem ini menawarkan imbal hasil staking yang menarik (sekitar 39-40% APY), yang terbukti efektif mengunci suplai dan membangun basis komunitas yang loyal sebelum peluncuran bursa.
Momentum Narasi: Dengan Bitcoin yang bertahan di kisaran $88.500, perhatian pasar kini beralih ke proyek yang dapat memperluas utilitas BTC, mirip dengan bagaimana Arbitrum atau Base mengembangkan Ethereum.
Meskipun masih berada dalam tahap spekulatif dan baru akan meluncur penuh di kuartal pertama 2026, pencapaian dana $30 juta menandakan bahwa proyek ini bukan lagi pemain kecil. Jika narasi Bitcoin Layer 2 meledak tahun ini, $HYPER berpotensi menjadi kuda hitam yang memimpin reli di sektor infrastruktur.
Silakan pelajari potensi pertumbuhan HYPER dalam lima tahun ke depan dengan membaca panduan tentang prediksi harga Bitcoin Hyper. Jika Anda tertarik untuk membeli HYPER dengan harga presale, pelajari cara beli Bitcoin Hyper yang telah kami siapkan untuk mendapatkannya dengan harga termurah.
Disclaimer:Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
Alvaro Pradipta adalah analis crypto dan penulis senior di CoinSpeaker Indonesia dengan spesialisasi pada Bitcoin, Ethereum, dan aset digital berkapitalisasi besar. Dengan latar belakang di bidang Teknologi Informasi, Alvaro memiliki kemampuan untuk membedah aspek teknis blockchain sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap harga dan adopsi.
Sejak 2018, Alvaro aktif menulis ulasan pasar harian, analisis teknikal, dan liputan event crypto internasional. Gaya tulisannya memadukan analisis berbasis data dengan wawasan tren global, menjadikannya salah satu penulis yang banyak diikuti oleh pembaca setia CoinSpeaker Indonesia.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok