XRP dan Solana diprediksi memimpin pasar melalui adopsi institusional dan persetujuan ETF spot.
Bitcoin Hyper menjadi crypto terbaik untuk dibeli dengan potensi keuntungan hingga 100 kali.
Kejelasan regulasi kripto tahun 2026 menjadi katalis utama bagi lonjakan harga altcoin global.
.
Memasuki tahun 2026, spekulasi mengenai bull market semakin kuat seiring potensi kejelasan regulasi kripto di AS. Kondisi ini memicu antusiasme para investor dalam mencari crypto terbaik untuk dibeli guna memaksimalkan potensi keuntungan di tahun ini.
Tren penurunan dominasi Bitcoin (BTC) sejak musim panas tahun lalu menjadi sinyal perpindahan modal ke aset alternatif. Fenomena ini membuka peluang besar bagi altcoin seperti XRP (XRP), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) untuk memimpin reli dan menjadi pemenang utama di pasar dalam beberapa bulan ke depan.
XRP (XRP): Pemimpin Pembayaran Global Menuju Rekor Baru di 2026
XRP (XRP) terus memperkuat statusnya sebagai pemain utama infrastruktur pembayaran internasional berkat kecepatan transaksi yang tinggi dan biaya yang sangat rendah. Berbeda dengan sistem perbankan tradisional seperti SWIFT yang memakan waktu berhari-hari, buku besar XRP (XRPL) mampu menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik.
Keunggulan teknis ini bahkan telah diakui dalam laporan organisasi internasional seperti PBB (UNCDF) dan Gedung Putih, yang menempatkan XRP sebagai solusi keuangan institusional yang nyata.
Memasuki awal tahun ini, banyak analis mulai melirik XRP sebagai salah satu crypto terbaik untuk dibeli karena fundamentalnya yang kian kokoh.
Setelah saga hukum panjang dengan SEC resmi berakhir pada Agustus 2025 dengan kepastian bahwa XRP di pasar sekunder bukan merupakan sekuritas, kepercayaan investor institusi kembali pulih. Ditambah lagi dengan peluncuran beberapa produk ETF XRP spot di bursa Amerika Serikat belum lama ini, akses modal besar dari Wall Street kini terbuka lebar.
Dari sisi harga, XRP sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir di angka $3,65 sebelum mengalami konsolidasi sehat di kisaran $2,22. Kini, optimisme pasar kembali membara seiring meningkatnya adopsi teknologi Ripple oleh bank-bank global untuk likuiditas lintas batas.
Jika arus masuk dana dari ETF terus meningkat dan kejelasan regulasi semakin matang di kuartal pertama 2026, analis memproyeksikan target harga $5 sebagai sasaran realistis, sementara angka psikologis $8 hingga $10 menjadi target ambisius di akhir tahun ini.
Solana (SOL): Jaringan Super Cepat Menuju ATH Baru
Solana (SOL) terus membuktikan dirinya sebagai salah satu ekosistem smart-contract paling dominan di dunia.
Dikenal dengan kecepatan transaksi kilat dan biaya yang hampir nol, Solana kini mengelola kapitalisasi pasar sekitar $71 miliar dengan total nilai terkunci (TVL) mencapai $9 miliar di sektor DeFi.
Memasuki awal 2026, banyak pengamat pasar menilai koin ini sebagai salah satu crypto terbaik untuk dibeli karena fundamentalnya yang semakin matang dan dukungan institusi yang masif.
Katalis utama bagi Solana tahun ini adalah persetujuan ETF spot oleh regulator AS, yang mengikuti jejak sukses Bitcoin dan Ethereum. Arus modal institusional dari raksasa keuangan seperti Grayscale dan Bitwise diprediksi akan memberikan tekanan beli yang signifikan.
Selain itu, Solana kini menjadi pilihan utama untuk tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Nama-nama besar seperti BlackRock dan Franklin Templeton telah memanfaatkan jaringan ini untuk meluncurkan produk investasi tertokenisasi, memperkuat posisi Solana sebagai “Pasar Modal Internet” masa depan.
Secara teknikal, setelah sempat terkonsolidasi di level $100, harga SOL menunjukkan pemulihan kuat ke kisaran $136. Dengan posisi perdagangan di atas rata-rata bergerak 30 hari, indikator jangka pendek menunjukkan potensi rebound menuju $130 sebagai pijakan untuk menguji resistance psikologis di $250.
Jika momentum ini berlanjut, Solana berpeluang besar menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $293. Analis yang lebih optimis bahkan memproyeksikan target agresif hingga $500 tahun ini, seiring dengan peningkatan skalabilitas jaringan lewat upgrade Firedancer yang semakin dekat.
Dogecoin (DOGE): Apakah Target $1 akan Terwujud di 2026?
Dogecoin (DOGE), meme coin pertama di dunia yang lahir pada 2013, membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar lelucon semata. Dengan dukungan komunitas loyal “Doge Army” dan kapitalisasi pasar yang kini stabil di kisaran $25 miliar, DOGE tetap menjadi salah satu crypto terbaik untuk dibeli bagi mereka yang mencari aset dengan likuiditas tinggi.
Popularitasnya kian meroket berkat dukungan tokoh besar seperti Elon Musk, yang secara konsisten memberikan sentimen positif melalui berbagai aksi korporasi di Tesla maupun platform X (sebelumnya Twitter).
Memasuki Januari 2026, narasi “Dogecoin ke $1” kembali menguat seiring dengan meningkatnya adopsi nyata. Tesla telah memperluas penggunaan DOGE untuk pembelian merchandise, sementara raksasa pembayaran seperti PayPal dan Revolut mempermudah akses ritel ke token ini.
Kabar terbaru mengenai potensi integrasi DOGE sebagai sistem pembayaran di “marketplace” milik Elon Musk juga menjadi katalis yang sangat dinantikan. Secara historis, DOGE sering kali bergerak selaras dengan reli Bitcoin dan XRP, namun dengan volatilitas yang jauh lebih eksplosif.
Dari sisi regulasi, kebijakan pemerintah AS di bawah administrasi yang lebih pro-kripto menjadi faktor penentu. Analis memprediksi bahwa jika ada terobosan regulasi yang jelas, harga DOGE yang saat ini berada di sekitar $0,15 bisa melonjak menuju $0,45 pada musim semi 2026.
Meskipun rekor tertinggi di $0,73 masih cukup jauh, masuknya dana institusional dan spekulasi seputar “meme season” di awal tahun ini memberikan harapan baru.
Bagi investor, kuncinya tetap pada manajemen risiko, mengingat pasokan DOGE yang tidak terbatas menuntut permintaan organik yang terus tumbuh agar harganya tetap kompetitif.
Bitcoin Hyper (HYPER): Crypto Terbaik untuk Dibeli Sebelum Bull Market Tiba
Di tengah persaingan ketat pasar aset digital, Bitcoin Hyper (HYPER) muncul sebagai proyek Layer-2 Bitcoin yang mencuri perhatian. Meski mengusung tema yang unik dan santai, platform ini membawa misi serius untuk menghadirkan kecepatan transaksi super cepati dan biaya minimal pada jaringan Bitcoin.
Dengan memanfaatkan teknologi Solana Virtual Machine (SVM), HYPER memungkinkan fungsionalitas smart-contract yang canggih serta integrasi Canonical Bridge untuk mempermudah transfer Bitcoin antar-blockchain secara mulus.
Bagi banyak spekulan, coin baru ini dipandang sebagai salah satu crypto terbaik untuk dibeli karena potensi pertumbuhannya yang masif. Harga token masih sangat terjangkau karena masih dalam masa presale, hanya $0,013545 per token.
Presale tersebut telah berhasil meraup dana lebih dari $30,2 juta (sekitar Rp504 miliar), sebuah angka yang menunjukkan kepercayaan tinggi dari investor kripto.
Dukungan keamanan pun tidak main-main; laporan audit dari Coinsult menyatakan tidak ada celah keamanan pada protokolnya. Beberapa pengamat pasar bahkan memberikan prediksi harga Bitcoin Hyper yang sangat optimis, dengan menyebut HYPER dapat memberikan keuntungan hingga 100 kali lipat saat resmi melantai di bursa besar nanti.
Ekosistem HYPER dirancang untuk memberikan nilai jangka panjang melalui mekanisme staking dengan imbal hasil (APY) mencapai 38%, meskipun angka ini akan menyesuaikan seiring bertambahnya jumlah peserta.
Token HYPER sendiri akan berfungsi untuk biaya jaringan, pemungutan suara dalam tata kelola (governance), dan imbalan bagi para pemegang aset.
Dengan peluncuran platform penuh yang dijadwalkan pada tahun 2026, Bitcoin Hyper berpotensi menjadi jembatan bagi pengguna lama maupun pendatang baru untuk memaksimalkan utilitas Bitcoin di era baru.
Tertarik untuk bergabung dengan presale HYPER? Kunjungi artikel kami tentang cara beli Bitcoin Hyper yang akan memandu Anda langkah demi langkah untuk mendapatkan token ini.
Disclaimer:Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun.
Alvaro Pradipta adalah analis crypto dan penulis senior di CoinSpeaker Indonesia dengan spesialisasi pada Bitcoin, Ethereum, dan aset digital berkapitalisasi besar. Dengan latar belakang di bidang Teknologi Informasi, Alvaro memiliki kemampuan untuk membedah aspek teknis blockchain sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap harga dan adopsi.
Sejak 2018, Alvaro aktif menulis ulasan pasar harian, analisis teknikal, dan liputan event crypto internasional. Gaya tulisannya memadukan analisis berbasis data dengan wawasan tren global, menjadikannya salah satu penulis yang banyak diikuti oleh pembaca setia CoinSpeaker Indonesia.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok