Nevada Berupaya Memblokir Pasar Prediksi Coinbase Setelah Larangan Polymarket
Nevada kembali menekan platform pasar prediksi kripto dengan menggugat Coinbase, memperpanjang konflik antara hukum perjudian negara bagian dan regulator federal. Akankah ini jadi preseden nasional? Baca selengkapnya di sini!
Regulator perjudian Nevada berupaya memblokir pasar prediksi Coinbase karena dianggap melanggar hukum taruhan negara bagian.
Coinbase bersikukuh bahwa layanan prediction market berada di bawah pengawasan federal CFTC, bukan regulator lokal.
Kasus ini memperlihatkan konflik regulasi yang kian tajam antara inovasi kripto dan hukum perjudian di AS.
.
Suasana hukum di Amerika Serikat kembali memanas untuk platform pasar prediksi berbasis crypto. Kali ini, regulator perjudian Nevada, Nevada Gaming Control Board, mengambil tindakan hukum baru terhadap bursa kripto raksasa Coinbase. Tujuannya jelas, menghentikan penawaran prediction market perusahaan itu di wilayah mereka.
Adu argumentasi antara pengawasan derivatif federal dan hukum perjudian negara bagian pun kian meruncing. Pada intinya, regulator Nevada menilai kontrak berbasis acara seperti olahraga dan pemilu yang ditawarkan Coinbase merupakan aktivitas taruhan, yang tentu membutuhkan lisensi perjudian negara bagian.
Dasar Gugatan Nevada – Aturan Main yang Berbeda
Coinbase sebenarnya baru memperkenalkan layanan ini untuk pengguna AS bulan lalu, lewat kemitraan dengan Kalshi, sebuah pasar kontrak yang diawasi oleh badan federal Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Namun, bagi Nevada, urusannya beda. Pejabat di sana bersikukuh bahwa kontrak terkait hasil olahraga dan pemilu jelas-jelas termasuk wagering activity atau aktivitas taruhan. Karena itu, yurisdikinya berada di bawah aturan perjudian negara bagian, bukan otoritas derivatif federal.
Bukan cuma itu, mereka juga menuding aplikasi Coinbase mengizinkan pengguna berusia 18 tahun ke atas untuk bertransaksi. Nah, ini masalah, karena usia legal untuk berjudi di Nevada adalah 21 tahun.
Dalam dokumen pengadilan, regulator menyebut operasi berkelanjutan Coinbase menciptakan “kerugian serius, berkelanjutan, dan tak dapat diperbaiki”. Mereka juga merasa platform ini mendapat keuntungan tidak adil dibanding sportsbook berlisensi yang harus mematuhi aturan ketat soal kepatuhan, pajak, dan lokasi fisik.
Konflik yang Melebar – Coinbase Melawan Balik
Sengketa ini bukan kasus sendirian. Coinbase sendiri sedang berhadapan dengan beberapa negara bagian lainnya. Mereka bahkan telah mengajukan gugatan balik di pengadilan federal terhadap regulator perjudian di Connecticut, Michigan, dan Illinois.
Argumen Coinbase konsisten, pasar prediksi berada di bawah otoritas tunggal CFTC, dan upaya penegakan hukum oleh negara bagian justru membatasi inovasi secara tidak sah.
Di sisi lain, pejabat Nevada seperti ketua dewan, Mike Dreitzer, tetap pada pendiriannya. Tugas mereka adalah melindungi konsumen dan menjaga integritas industri perjudian yang sudah mapan di negara bagian itu. Tindakan tegas, baginya, diperlukan menyambut masuknya produk-produk digital mirip taruhan ke pasar.
Pola Penindakan yang Kian Intens
Tindakan terhadap Coinbase ini melanjutkan tren penertiban platform pasar prediksi oleh Nevada. Sebelumnya, mereka sudah mengejar Kalshi terkait kontrak olahraga, yang pertarungan hukumnya masih berlanjut.
Belum lama ini, pengadilan negara bagian juga mengeluarkan restraining order sementara yang memblokir Polymarket menawarkan kontrak acara ke penduduk Nevada selama dua minggu. Keputusan ini menunjukkan bahwa pengadilan setempat cenderung memihak regulator negara bagian.
Menanggapi tekanan ini, Kalshi malah membuka kantor baru di Washington D.C. dan merekrut strateg politik veteran, John Bivona, sebagai kepala hubungan pemerintah federal pertama mereka. Mereka jelas sedang membangun pertahanan dan upaya lobi yang lebih kuat.
Sementara itu, di tingkat yang lebih tinggi, lebih dari 30 anggota Demokrat di DPR AS, termasuk mantan Ketua Nancy Pelosi, mendukung undang-undang baru untuk membatasi interaksi pejabat pemerintah dengan pasar prediksi.
Pemicunya? Sebuah taruhan kontroversial di Polymarket terkait penahanan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Taruhan yang awalnya hanya $32,000 atau sekitar Rp 536 juta itu membengkak menjadi lebih dari $400,000 atau sekitar Rp 6,7 miliar sesaat sebelum kejadian, memicu kekhawatiran serius tentang potensi penyalahgunaan informasi dan integritas pasar.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
Sulastri adalah penulis konten crypto dan Web3 yang juga investor sejak 2017. Kecintaannya pada teknologi blockchain menjadikannya mitra ideal bagi proyek kripto yang ingin tampil menonjol. Ia dikenal karena kemampuannya menyederhanakan konsep rumit menjadi konten yang engaging, strategis, dan tepat sasaran.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok