Charles Hoskinson menilai era Trump telah memutus siklus empat tahunan kripto.
Prediksi harga Cardano masih bullish dengan potensi kenaikan 210% dari harga saat ini.
PEPENODE menjadi solusi untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan pasif dari kripto ketika pasar melemah.
.
Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, berpendapat bahwa lonjakan kripto era Trump kini telah menjadi “pelukan yang meremukkan tulang” bagi bull market dan menghambat altcoin seperti ADA. Ia menyebut perdagangan spekulatif jangka pendek telah mengganggu siklus pasar 4 tahunan yang normal, menjadikan momentum positif pada prediksi harga Cardano (ADA) rapuh.
Terlepas dari analisis Hoskinson yang menyiratkan puncak siklus pasar mungkin sudah lewat, Cardano (ADA) masih berusaha mempertahankan garis support penting. Di sisi lain, proyek mine-to-earn virtual baru, PepeNode ($PEPENODE), menawarkan strategi pendapatan pasif tanpa terikat pada volatilitas pasar.
Hoskinson: Era Trump Putus Siklus 4 Tahunan Pasar
Aset kripto Cardano (ADA) terus terperosok ke zona merah, dan kini mendapatkan sorotan tajam dari pendirinya sendiri, Charles Hoskinson. Menurut Hoskinson, ledakan kripto besar-besaran yang terjadi selama era pro-kripto Donald Trump telah berubah menjadi semacam “pelukan yang meremukkan tulang” bagi bull market.
Menurutnya, kondisi ini secara langsung menekan potensi kenaikan dan menghambat prediksi harga Cardano yang selama ini dinanti.
🇺🇸 NEW: Cardano co-founder Charles Hoskinson (@IOHK_Charles) explains at the @MidnightNtwrk Summit 2025 why many expected the Trump administration to be a “magic net positive” for the crypto ecosystem — even if it has been “a little unhelpful” so far. pic.twitter.com/sEdhjSU6Df
Hoskinson berpendapat bahwa perdagangan spekulatif jangka pendek yang dipicu oleh berita-berita utama seputar kripto telah membuat siklus pasar yang normal kehilangan keseimbangan. Dampak paling nyata terasa pada altcoin seperti ADA dan sejumlah meme coin teratas.
Sikap pro-kripto Trump memang diharapkan menjadi dorongan besar pada tahun 2025, tetapi kenyataannya, harga justru terlepas dari fundamental akibat “luapan modal irasional.” Siklus pasar empat tahunan yang seharusnya terjadi kini terganggu, dengan aksi trading spekulatif dan investor “tangan lemah” yang membuat setiap momentum bullish menjadi sangat rapuh.
Hoskinson mengklaim bahwa industri ini masih memproses efek dari pergerakan yang terjadi terlalu cepat dan terlalu jauh. Mulai dari pembuat kebijakan, investor, hingga pengembang, semua pihak sedang berusaha menavigasi lingkungan yang didominasi oleh pergerakan harga yang tidak sehat.
Implikasi dari pandangannya cukup mengancam: potensi kenaikan harga Cardano berada di bawah bayang-bayang keraguan, bahkan puncaknya dari siklus pasar kali ini mungkin sudah lewat.
Perlu dicatat, pasar kripto global memang sempat melihat peningkatan volatilitas signifikan pasca-pernyataan politik pro-kripto, yang sering kali mendahului koreksi tajam. Situasi ini menunjukkan bahwa sentimen politik, alih-alih fundamental teknologi, menjadi penggerak utama, sebuah fenomena yang diyakini Hoskinson merusak kesehatan pasar jangka panjang.
Prediksi Harga Cardano: Apakah Periode Bull Run Telah Berakhir?
Meskipun volatilitas pasar berulang kali menggagalkan upaya bull run, Cardano (ADA) secara mengesankan berhasil mempertahankan diri di atas garis support tren yang telah menjadi penanda titik terendah selama siklus pasar ini.
Namun, pelemahan signifikan baru-baru ini, terutama setelah level dukungan kunci selama setahun di $0.51 ditembus, telah menempatkan garis tren support ini kembali dalam ancaman serius. Pertanyaan besar yang menghantui investor adalah: apakah bull run sudah benar-benar berakhir?
Secara teknikal, indikator momentum saat ini menyiratkan adanya potensi pembalikan harga. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) kian mendekati ambang batas oversold 30, yang dalam koreksi seringkali menjadi penanda dasar pasar karena tekanan jual mulai kehabisan tenaga (seller exhaustion).
Sayangnya, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) belum menunjukkan pergeseran bullish, bahkan jaraknya di bawah garis sinyal masih melebar, mengindikasikan tekanan jual masih dominan. Skenario terburuk masih terbuka; jika support saat ini jebol, harga ADA bisa jatuh sekitar 25% menuju zona permintaan kunci berikutnya di $0.33, yang bisa membahayakan formasi harga multi-tahun.
Di sisi lain, narasi yang lebih optimis masih kuat. Jika terjadi bounce (pantulan), garis tren ini dapat berkontribusi pada pembentukan pola symmetrical triangle yang sangat menjanjikan.
Dengan pola ini, prediksi harga Cardano (ADA) berpotensi merebut kembali level tertinggi era bull market sebelumnya di $1.35, sebuah kenaikan 210%. Target yang lebih ambisius bahkan bisa mencapai $3, atau lonjakan 585%.
Kegalauan pasar saat ini mungkin hanyalah “goyangan” untuk menyingkirkan investor “tangan lemah” agar harga selaras kembali dengan fundamental sebelum lonjakan besar berikutnya. Ditambah lagi, kehadiran narasi bullish global seperti Exchange-Traded Funds (ETF) dan corporate treasuries yang berpotensi masuk ke altcoin seperti ADA, memberikan argumen fundamental yang solid untuk fase kenaikan selanjutnya.
PEPENODE (PEPENODE): Solusi Pendapatan Pasif ketika Pasar Kripto Melemah
Di tengah kondisi pasar kripto yang stagnan, di mana investor mulai lelah bergantung pada penentuan waktu yang tepat untuk mendapatkan pump (lonjakan harga) berikutnya—seperti yang juga memengaruhi sentimen prediksi harga Cardano—muncul kebutuhan akan strategi pendapatan yang lebih stabil.
Proyek baru bernama PepeNode (PEPENODE) menawarkan solusi inovatif melalui konsep mine-to-earn (M2E) virtual, sebuah mekanisme yang tidak memerlukan perangkat keras penambangan fisik yang mahal atau rumit.
Prosesnya sangat disederhanakan: pengguna cukup masuk, mengakuisisi node virtual, menumpuk rig penambangan, dan secara otomatis mulai mendapatkan imbalan pasif berupa berbagai meme coin berkinerja tinggi.
Konsep ini menarik perhatian signifikan; momentum PepeNode bergerak cepat, terbukti dari capaian pra-penjualan yang sudah melampaui angka $2.1 juta atau sekitar Rp35,1 miliar. Para staker awal bahkan dilaporkan menerima Annual Percentage Yield (APY) yang fantastis, mencapai hingga 594%, menjadikan PEPENODE sebagai salah satu daftar coin baru yang perlu dipertimbangkan.
PepeNode membedakan dirinya bukan hanya dari kemudahan akses, tetapi juga dari model ekonominya yang berkelanjutan. Proyek ini dilengkapi dengan mekanisme deflasi bawaan yang kuat: 70% dari seluruh token $PEPENODE yang dihabiskan untuk membeli node dan rig akan dibakar (burned). Pembakaran token ini bertujuan untuk menciptakan kelangkaan, yang pada gilirannya mendukung nilai jangka panjang token tersebut.
PepeNode hadir sebagai jalan yang lebih cerdas untuk menangkap potensi kenaikan terkuat di pasar kripto tanpa harus pusing memikirkan momen entry yang sempurna, menjadikannya alternatif yang menarik di tengah ketidakpastian altcoin lain.
$PEPENODE saat ini ditawarkan dengan harga $0,0011592 per token. Kendati tergolong koin receh crypto, platform M2E dan model deflasi token yang diterapkan berpotensi mendorong harga token naik lebih tinggi setelah diluncurkan. Pelajari proyeksi pertumbuhan token ini dengan membaca artikel tentang prediksi harga PEPENODE.
Tertarik untuk membeli $PEPENODE? Baca panduan lengkapnya dalam artikel cara beli PEPENODE.
Disclaimer:Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
Alvaro Pradipta adalah analis crypto dan penulis senior di CoinSpeaker Indonesia dengan spesialisasi pada Bitcoin, Ethereum, dan aset digital berkapitalisasi besar. Dengan latar belakang di bidang Teknologi Informasi, Alvaro memiliki kemampuan untuk membedah aspek teknis blockchain sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap harga dan adopsi.
Sejak 2018, Alvaro aktif menulis ulasan pasar harian, analisis teknikal, dan liputan event crypto internasional. Gaya tulisannya memadukan analisis berbasis data dengan wawasan tren global, menjadikannya salah satu penulis yang banyak diikuti oleh pembaca setia CoinSpeaker Indonesia.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok