Prediksi Harga Cardano: Volume Trading Meledak 10.654% Dalam Semalam, Apakah Ini Sinyal Bullish untuk ADA?
Prediksi harga Cardano kembali memanas setelah volume trading derivatif ADA melonjak hingga 10.654% dan memicu spekulasi pergerakan besar. Simak analisis teknikal, sentimen institusi, dan potensi arah harga selanjutnya, baca selengkapnya!
Prediksi harga Cardano menjadi sorotan setelah lonjakan volume derivatif ADA hingga 10.654% dalam waktu singkat.
Masuknya Cardano ke CME Group berpotensi meningkatkan minat institusi dan memperkuat sentimen bullish jangka menengah.
Struktur teknikal dan zona support krusial membuka peluang pergerakan agresif jika momentum pasar terus berlanjut.
.
Kalau Anda sempat buka chart akhir pekan ini, kemungkinan besar nama Cardano langsung mencuri perhatian. Bukan karena harganya melonjak drastis, tapi karena satu metrik yang jarang bisa diabaikan, yaitu volume trading. Dalam semalam, volume derivatif ADA melonjak lebih dari 10.654%, angka yang jujur saja bikin alis terangkat.
Lonjakan volume seperti ini jarang datang tanpa alasan. Biasanya, ini jadi sinyal awal sebelum pergerakan besar terjadi. Pertanyaannya sekarang sederhana tapi bikin penasaran, apakah harga Cardano akan ikut “meledak” setelah ini?
Volume Derivatif Cardano Melejit Drastis
Cardano mencatat lonjakan volume derivatif yang sangat tajam di platform Bitmex. Dalam waktu singkat, volume perdagangan melonjak sekitar 10.654%, menarik perhatian banyak trader yang sebelumnya mungkin sedang fokus ke altcoin lain.
Menurut data Coinglas terlihat, lebih dari $40,04 juta atau sekitar Rp678 miliar nilai derivatif ADA diperdagangkan hanya untuk mengawali akhir pekan. Lonjakan ini menunjukkan satu hal penting, minat spekulatif terhadap Cardano tiba-tiba meningkat.
Biasanya, saat volume derivatif naik secepat ini, ada dua kemungkinan. Entah pasar sedang bersiap untuk reli kuat, atau justru sedang memosisikan diri untuk volatilitas ekstrem. Dan ya, dua-duanya sama-sama bikin jantung deg-degan.
Menariknya, lonjakan volume ini datang tidak lama setelah kabar besar dari dunia keuangan tradisional. ADA dikabarkan akan hadir di CME Group, salah satu bursa derivatif terbesar di dunia, tentu saja masih menunggu persetujuan regulator. Ini bukan sekadar listing biasa.
CME Group dikenal sebagai pintu masuk institusi besar ke aset derivatif. Fakta bahwa Cardano berpotensi diperdagangkan di sana menandakan peningkatan eksposur dan, yang lebih penting, penerimaan mainstream.
Ini menjadikan CME sebagai bursa derivatif tradisional pertama di luar platform crypto-native yang menawarkan ADA. Dari sudut pandang trader ritel, ini sering kali dianggap sebagai validasi besar.
Rotasi Modal dan Sorotan Tekanan Bullish
Lonjakan volume futures Cardano juga terlihat terjadi di tengah reset leverage dan rotasi modal yang lebih selektif di pasar. Banyak altcoin belum menunjukkan arah jelas, tapi risk appetite tampaknya terkonsentrasi ke ADA. Pola ini sering muncul saat pasar mulai “memilih kuda” untuk taruhan jangka menengah.
Dalam kondisi seperti ini, prediksi harga Cardano cenderung condong ke arah bullish. Bukan berarti harga langsung terbang, tapi tekanan beli biasanya meningkat perlahan. Nah, yang menarik adalah bagaimana struktur teknikalnya mendukung narasi ini.
Perhatian dari pasar TradFi berpotensi memperkuat momentum bullish Cardano. Open interest dari institusi bisa menjadi bahan bakar tambahan, terutama jika harga mampu bertahan di struktur teknikal penting. Saat ini, Cardano masih bergerak dalam channel turun yang sudah terbentuk hampir setahun.
Batas bawah channel tersebut kini kembali menjadi area krusial. Dari pengalaman charting, area seperti ini sering berfungsi sebagai landasan peluncuran jika ada katalis yang cukup kuat. Sayangnya, dorongan naik terakhir sempat melemah karena kurangnya dukungan lanjutan. Namun, setup ini belum sepenuhnya rusak.
Kalau kita bicara indikator, kondisinya cukup menarik. RSI memang turun kembali di bawah level netral 50, tapi belum mematahkan tren naik yang terbentuk sejak November. Ini sering kali menandakan konsolidasi sehat, bukan pembalikan arah total.
MACD juga sempat membentuk death cross di bawah signal line. Meski terdengar menakutkan, sinyal ini belum tentu berarti momentum bullish sepenuhnya berakhir. Dalam banyak kasus, death cross singkat justru muncul sebelum kelanjutan tren naik. Jadi, sekali lagi, ini bukan waktu untuk panik berlebihan.
Zona permintaan historis di $0,70 menjadi level paling penting untuk Cardano saat ini. Jika level ini mampu bertahan sebagai support, peluang breakout semakin terbuka. Dengan konfirmasi kuat, pola harga mengarah pada potensi kenaikan hingga 260%, yang menargetkan puncak 2024 di sekitar $1,25.
Lebih jauh lagi, dengan potensi adopsi derivatif ADA secara mainstream, aliran dana yang kuat bisa mendorong harga mendekati tonggak $2. Itu berarti potensi kenaikan sekitar 725% dari level rendah tertentu. Ambisius? Iya. Mustahil? Belum tentu, kalau sentimen pasar benar-benar berpihak.
Bitcoin Hyper Mulai Mencuri Perhatian Pasar
Di tengah rotasi modal ke koin receh crypto seperti Cardano, Bitcoin sebenarnya belum kehilangan relevansinya. Justru sekarang, ekosistem Bitcoin mulai menghadapi masalah terbesarnya, skalabilitas. Di sinilah Bitcoin Hyper ($HYPER) masuk ke radar.
Bitcoin Hyper mencoba menggabungkan keamanan Bitcoin dengan teknologi Solana melalui solusi Layer-2. Tujuannya sederhana, menghadirkan transaksi lebih cepat dan efisien untuk use case yang sebelumnya sulit dilakukan langsung di jaringan Bitcoin. Ini membuka peluang Bitcoin masuk lebih dalam ke narasi DeFi dan real-world assets, di mana kecepatan jadi segalanya.
Proyek koin receh crypto ini sudah mengumpulkan lebih dari $30,8 juta atau sekitar Rp522 miliar dalam fase presale. Jumlah ini bukan angka kecil, apalagi di tengah pasar yang masih selektif. Pasca peluncuran, bahkan sebagian kecil saja dari volume trading Bitcoin yang masuk ke ekosistem HYPER bisa berdampak besar pada valuasinya.
Saat ini, harga 1 HYPER berada di $0,013605. Bitcoin Hyper juga menargetkan solusi atas transaksi lambat, biaya tinggi, dan keterbatasan programmability yang selama ini membatasi potensi Bitcoin. Timing-nya terasa pas, terutama jika pasar benar-benar memasuki fase bullish.
Bagi Anda yang ingin mendalami lebih jauh, Anda bisa mulai dengan membaca prediksi harga Bitcoin Hyper untuk memahami skenario jangka menengahnya. Jika tertarik mengeksplor HYPER, pelajari juga cara beli Bitcoin Hyper dengan benar. Jangan lupa cek akun X (Twitter) dan Telegram resmi proyek, serta kunjungi laman resmi mereka agar tidak ketinggalan update penting langsung dari timnya.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
Sulastri adalah penulis konten crypto dan Web3 yang juga investor sejak 2017. Kecintaannya pada teknologi blockchain menjadikannya mitra ideal bagi proyek kripto yang ingin tampil menonjol. Ia dikenal karena kemampuannya menyederhanakan konsep rumit menjadi konten yang engaging, strategis, dan tepat sasaran.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok