Grok AI memprediksi Solana (SOL) dapat mencapai level harga $350 pada akhir tahun 2026.
XRP (XRP) berpotensi naik hingga level $6 apabila adopsi institusi keuangan berjalan mulus.
Bitcoin Hyper (HYPER) dapat mengalami lonjakan harga hingga $1,36 setelah resmi terdaftar di bursa.
.
Prediksi kripto Grok AI milik Elon Musk menarik perhatian karena berani meramalkan harga Solana, XRP, dan HYPER hingga akhir 2026. Di tengah pasar yang makin dipengaruhi analisis berbasis kecerdasan buatan, proyeksi Grok sering dijadikan bahan rujukan awal oleh trader yang ingin menangkap potensi tren jangka menengah dan panjang.
Terhubung dengan ekosistem teknologi X, Grok memanfaatkan data historis dan sentimen pasar untuk menyusun beberapa skenario pergerakan harga. Hasilnya bukan kepastian, tetapi bisa membantu investor membandingkan sudut pandang AI dengan analisis teknikal maupun fundamental sebelum mengambil keputusan.
Grok AI dan Prediksi Arah Baru Pasar Kripto
Di tengah gejolak pasar yang dipicu ancaman tarif terbaru Donald Trump, prediksi kripto Grok AI kembali menarik perhatian karena membantu investor menavigasi ketidakpastian.
Ketika Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami penurunan tajam dalam hitungan jam, tekanan jual membuat BTC turun sekitar 2,2% dan ETH terkoreksi sekitar 3,1%. Kondisi ini menegaskan pentingnya penggunaan alat analisis berbasis kecerdasan buatan untuk memilah informasi dan memahami sentimen pasar yang bergerak sangat cepat.
Grok menjadi salah satu nama yang menonjol setelah versi beta awal Grok 4.2 memenangkan sebuah kompetisi trading berbasis AI dengan mencatatkan imbal hasil sekitar 12,11%. Dalam konteks tersebut, versi publik terbaru Grok kemudian diminta memberikan proyeksi harga untuk Solana, XRP, dan Bitcoin Hyper (HYPER), menggabungkan aset mapan dan proyek presale yang tengah naik daun.
Hasil prediksinya cukup realistis, dengan indikasi bahwa HYPER berpotensi mengungguli Solana dan XRP, didukung statusnya yang masih pada fase awal serta keberhasilan penggalangan dana yang sudah mendekati angka $31,9 juta atau sekitar Rp522 miliar.
Di tengah gejolak berita tarif Donald Trump yang sempat menyeret harga, prediksi kripto Grok AI menilai Solana (SOL) masih berada pada lintasan pertumbuhan agresif. Sebelumnya, SOL sempat bergerak bak roket sejak akhir Desember hingga akhir pekan lalu, sebelum terkoreksi sekitar 7,5%.
Meski demikian, fondasi Solana dinilai tetap kokoh, terutama dengan pembaruan seperti Firedancer yang digadang mampu mendorong kapasitas transaksi hingga lebih dari 1 juta TPS dan memangkas waktu finalitas ke bawah 150 milidetik, sehingga menjadikannya salah satu kandidat utama untuk DeFi dan pembayaran berkecepatan tinggi.
Sumber: Grok AI
Ledakan penggunaan stablecoin, proyeksi nilai ekosistem yang menargetkan hingga $1 triliun, serta masuknya institusi besar melalui validator baru memperkuat utilitas SOL di mata pasar.
Di sisi lain, dorongan regulasi yang cenderung menyamakan posisi Solana dengan Bitcoin, lonjakan TVL hingga miliaran dolar, serta maraknya meme coin di jaringan ini menambah daya tariknya di tengah persaingan dengan berbagai solusi Ethereum layer-2.
Dalam skenario pasar bullish dengan suku bunga AS yang lebih rendah dan tren tokenisasi global yang menguat, Grok memandang Solana berpotensi menjadi infrastruktur arus utama. Target harga sekitar $350 pada Desember bahkan dinilai masih dalam batas realistis oleh sebagian analis.
XRP (XRP): Adopsi Institusi Keuangan Bakal Dorong XRP Menuju $6 Pada Akhir Tahun
Di tengah meningkatnya minat institusi terhadap aset digital, prediksi kripto Grok AI menempatkan XRP (XRP) sebagai salah satu kandidat utama crypto terbaik untuk dibeli pada fase pertumbuhan besar berikutnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, XRP sudah diuntungkan oleh kemenangan regulasi penting, termasuk penyelesaian gugatan SEC terhadap Ripple dan hadirnya CLARITY Act yang memperlancar operasional di Amerika Serikat.
Hal ini membuat ekosistem Ripple disebut Grok sebagai “magnet baru bagi bank dan dana besar”, diperkuat masuknya dana miliaran dolar ke produk ETF spot XRP yang memangkas pasokan di pasar, sementara permintaan terus terdorong oleh kemitraan global di Jepang dan Eropa.
Sumber: Grok AI
Berdasarkan rangkaian katalis tersebut, Grok menilai XRP “siap memasuki fase pertumbuhan eksplosif pada 2026”. Peluncuran stablecoin RLUSD yang membakar biaya di jaringan XRPL dan pengembangan sidechain EVM yang membuka peluang DeFi dinilai dapat menjadikan XRP “tulang punggung keuangan lintas batas” di era baru tokenisasi.
Dalam skenario pasar bullish yang didukung pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan kebijakan pro-kripto di bawah pemerintahan Trump, arus masuk ke produk berbasis XRP diperkirakan dapat mendorong harga menembus rekor tertinggi sebelumnya.
Target $6 bahkan dinilai masih konservatif, dengan sebagian analis memproyeksikan potensi hingga $8 jika integrasi perbankan dan euforia ETF terus menguat, meski Grok melihat Bitcoin Hyper (HYPER) berpotensi menawarkan peluang kenaikan yang lebih besar.
Bitcoin Hyper (HYPER): Altcoin Baru yang Siap Meledak
Dalam konteks prediksi kripto Grok AI, Bitcoin Hyper (HYPER) dipandang sebagai salah satu crypto presale terbaik yang berpotensi mengubah peta ekosistem Bitcoin berkat pendekatan layer-2 berkecepatan sangat tinggi.
Proyek ini mengusung arsitektur yang memanfaatkan mesin virtual berperforma tinggi, sehingga jaringan HYPER digadang mampu memproses ribuan transaksi per detik dengan finalitas dalam hitungan sub-detik dan biaya yang sangat rendah, sekaligus tetap terhubung dengan keamanan lapisan utama Bitcoin.
Dengan demikian, HYPER menargetkan untuk mengatasi kelemahan mendasar BTC seperti kecepatan terbatas, biaya mahal, serta keterbatasan smart contract yang fleksibel.
Sumber: Grok AI
Melalui kombinasi fitur tersebut, HYPER berupaya membuka peluang “ledakan DeFi bernilai triliunan” dengan memanfaatkan Wrapped BTC untuk kebutuhan staking, bursa terdesentralisasi, NFT, hingga aplikasi gim berbasis blockchain.
Dana presale yang mendekati $31 juta, pasokan tetap 21 miliar token, serta imbal hasil staking tinggi menarik minat investor besar yang melihat utilitas HYPER sebagai token gas, tata kelola, dan insentif jaringan.
Grok menilai bahwa jika tren kenaikan Bitcoin berlanjut seiring arus masuk dana ETF dan kejelasan regulasi, HYPER berpotensi “menunggangi gelombang tersebut” dengan menangkap likuiditas BTC yang menganggur sekaligus melampaui pesaing berkat skalabilitas dan dukungan pengembang yang lebih unggul.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
Alvaro Pradipta adalah analis crypto dan penulis senior di CoinSpeaker Indonesia dengan spesialisasi pada Bitcoin, Ethereum, dan aset digital berkapitalisasi besar. Dengan latar belakang di bidang Teknologi Informasi, Alvaro memiliki kemampuan untuk membedah aspek teknis blockchain sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap harga dan adopsi.
Sejak 2018, Alvaro aktif menulis ulasan pasar harian, analisis teknikal, dan liputan event crypto internasional. Gaya tulisannya memadukan analisis berbasis data dengan wawasan tren global, menjadikannya salah satu penulis yang banyak diikuti oleh pembaca setia CoinSpeaker Indonesia.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok