Key Notes
- Koreksi pasar crypto membuat investor mulai memburu presale crypto terbaik 2026 sebagai strategi masuk awal berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil besar.
- Maxi Doge tampil menonjol di sektor meme coin setelah berhasil mengumpulkan dana $4,5 juta dan menawarkan staking serta reward berbasis komunitas.
- Dengan narasi Dogecoin killer, audit smart contract, dan roadmap agresif, MAXI mulai dipantau analis sebagai kandidat meme coin eksplosif di 2026. .
Pasar crypto lagi-lagi bikin deg-degan. Akhir pekan kemarin, chart Bitcoin yang tiba-tiba ambles. Di tengah kondisi pasar yang masih labil ini, justru presale crypto mulai mencuri perhatian. Banyak trader, termasuk saya pribadi, mulai melirik peluang sebelum market benar-benar bangkit.
Salah satu nama yang ramai dibicarakan adalah Maxi Doge (MAXI), proyek meme coin yang berhasil mengumpulkan dana jutaan dolar di fase awal. Pertanyaannya sederhana tapi menggoda, apakah MAXI benar-benar bisa jadi Dogecoin killer di 2026?
Pasar Crypto Melemah, Meme Coin Ikut Tertekan
Pada hari Minggu lalu, Bitcoin sempat turun menembus level $95.000 yang sebelumnya bertahan cukup solid selama sepekan. Dalam hitungan jam, harganya terjun lebih dari $3.000 dan kini bergerak di sekitar $93.100, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,86 miliar atau kira-kira Rp31,5 triliun. Ethereum juga tidak luput dari tekanan, turun ke area $3.200 di tengah sentimen makroekonomi yang masih bikin was-was.

Sektor meme coin pun kena imbasnya. Total valuasi sektor ini turun ke $45 miliar, terkoreksi sekitar 7,2% hanya dalam 24 jam. Dogecoin sendiri melunak ke $0,128 dan masih terjebak di range yang sama sejak November lalu. Jujur saja, DOGE terasa seperti lagi ambil napas panjang, belum jelas harganya akan melonjak atau malah turun lagi.
Dogecoin, Shiba Inu, dan Pepe Masih Bertahan
Meski tekanan cukup kuat, tidak semua koin micin benar-benar tumbang. Shiba Inu masih bertahan di kisaran $0,0000078, sementara Pepe diperdagangkan sekitar $0,000005. Keduanya memang turun masing-masing sekitar 12% dan 25% dalam dua minggu terakhir, tapi tetap berada di atas level Desember.

Nah, yang menarik adalah daya tahan ini. Di saat pasar menyusut, ada kantong-kantong kekuatan kecil yang masih terlihat. Dari pengalaman pribadi, kondisi seperti ini sering jadi sinyal bahwa minat spekulatif belum sepenuhnya hilang. Investor ritel mungkin menahan diri, tapi mereka belum pergi.
Presale Crypto Jadi Incaran Saat Koreksi
Di tengah koreksi ini, presale crypto justru terlihat cukup solid. Banyak investor berburu potensi cuan besar dengan asumsi pasar akan rebound. Salah satu proyek yang mencuat adalah Maxi Doge (MAXI), yang sudah mengamankan dana sekitar $4,49 juta atau kurang lebih Rp76,1 miliar selama presale.
Dengan meme coin besar sedang tertekan, beberapa analis percaya MAXI bisa memberikan amplifikasi return jika pasar kembali hijau. Logikanya sederhana, saat aset besar lambat bergerak, dana sering mengalir ke proyek baru yang masih undervalued. Dan ya, presale sering jadi playground favorit untuk strategi high risk, high reward.

Volume trading crypto secara umum juga terlihat menurun. Banyak exchange mencatat aktivitas yang lebih sepi setelah penurunan pasar mendadak. Ketidakpastian global, mulai dari potensi pembalasan tarif AS hingga pembahasan regulasi baru, ikut mengguncang aset berisiko.
Namun, kalau melihat mini-cycle sebelumnya, ceritanya tidak selalu suram. Saya sempat membaca analisis di X yang menampilkan chart historis Dogecoin. Dalam dua reli terakhir, DOGE sempat melonjak masing-masing sekitar 480% dan 190%. Angka ini memang terdengar gila, tapi itulah dunia meme coin.
Analisis Teknis dan Efek Domino Meme Coin
Berdasarkan analisis teknikal tersebut, Dogecoin berpotensi mengarah ke $0,70 jika momentum serupa terulang. Saat DOGE mulai panas, biasanya investor ikut memburu token bertema anjing lain seperti Shiba Inu atau Bonk. Efek domino ini sudah sering terjadi, dan jujur saja, sulit diabaikan.
Dengan akar meme anjing yang kuat, Maxi Doge menawarkan peluang sebelum pasar pulih sepenuhnya. Trader bisa mengunci MAXI di harga presale, sehingga punya posisi lebih awal sebelum token resmi diperdagangkan di pasar terbuka.
Maxi Doge Raup $4,5 Juta Jelang Peluncuran
Maxi Doge (MAXI) mengusung versi ekstrem dari meme Shiba Inu klasik. Maskotnya digambarkan sebagai anjing berotot, doyan gym, dan identik dengan trader leverage tinggi yang begadang mantengin chart sambil ngopi. Agak lebay, tapi justru itu daya tariknya.

Berbeda dengan meme coin yang hanya mengandalkan hype, Maxi Doge juga membawa benefit berbasis komunitas. Salah satunya adalah daily staking rewards yang dibagikan otomatis lewat smart contract berbasis Ethereum. Pemegang MAXI juga bisa ikut event dan kompetisi, dengan reward berdasarkan performa trading mereka.
Seorang analis token di YouTube, 2Bit Crypto, sempat membahs potensi MAXI dalam sebuah video. Ia menyoroti performa presale yang kuat dan peluang pergerakan bullish setelah launch. Smart contract MAXI juga telah diaudit oleh SolidProof dan Coinsult, tanpa temuan kerentanan kritis.
Menurut roadmap, setelah token live di exchange, tim Maxi Doge akan fokus pada partnership dan kampanye promosi. Tahap berikutnya mencakup implementasi sistem reward dan ekspansi berbasis komunitas untuk menjaga engagement. Dari pengalaman, roadmap yang aktif seperti ini penting agar proyek tidak mati setelah hype awal.
Apakah Maxi Doge Lebih Besar dari Dogecoin?
Saat ini, harga MAXI berada di $0,000279 per token, dan akan naik bertahap setiap presale masuk tahap baru. Proyek ini menawarkan staking dengan APY 69%, dan hampir 10,9 miliar token MAXI sudah terkunci oleh investor awal.

Setelah presale selesai, Maxi Doge direncanakan meluncur di Uniswap, dengan listing exchange lain masih dalam tahap negosiasi. Dengan total kapitalisasi meme coin anjing sekitar $29 miliar, MAXI membawa formula serupa Dogecoin, tapi dengan tambahan insentif komunitas. Karena itu, banyak analis mulai memasukkannya ke daftar presale crypto terbaik 2026.
Bagi Anda yang penasaran dengan prediksi harga Maxi Doge, ada baiknya mulai memantau pergerakan presale-nya. Jika tertarik lebih jauh, pelajari juga cara beli Maxi Doge secara detail sebelum FOMO. Anda bisa mengikuti update resmi lewat akun X (Twitter) dan Telegram proyek, dan tentu saja mengunjungi laman resmi Maxi Doge untuk informasi paling lengkap langsung dari sumbernya.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.