Saham MSTR Jatuh 17% Usai Strategy Laporkan Kerugian Bitcoin $12,4 Miliar di Q4 2025

Saham MSTR jatuh 17% setelah Strategy mencatat kerugian Bitcoin $12,4 miliar di Q4 2025. Apakah strategi all-in Bitcoin ini akan terbayar? Baca selengkapnya!

sulastri By sulastri Updated 6 mins read
Saham MSTR Jatuh 17% Usai Strategy Laporkan Kerugian Bitcoin $12,4 Miliar di Q4 2025

Key Notes

  • Saham MSTR anjlok 17% setelah Strategy melaporkan kerugian Bitcoin $12,4 miliar di Q4 2025.
  • Perubahan akuntansi fair value membuat volatilitas harga Bitcoin langsung memukul laporan laba rugi.
  • Meski rugi besar, perusahaan tetap menambah cadangan Bitcoin dan memperkuat struktur modalnya.
  • .

Guncangan hebat menerpa pasar saham dan kripto. Saham MicroStrategy (MSTR) ambruk 17.12% dalam satu hari perdagangan, menyusul laporan kuartal perusahaan yang memerah. Strategi holding Bitcoin raksasa yang dipelopori Michael Saylor itu harus mencatatkan kerugian bersih fantastis sebesar $12.4 miliar atau setara Rp 209 triliun pada kuartal keempat 2025.

Nah, yang menarik adalah, kerugian ini hampir seluruhnya berasal dari aset digital andalan mereka, kerugian belum direalisasi dari treasury Bitcoin mereka saat harga kripto terjun bebas. Padahal, di balik angka-angka mengerikan itu, Saylor dan tim justru menambah gigih akumulasi Bitcoin mereka. Paradoks yang membuat banyak investor retail bingung, bukan?

Laporan Keuangan Q4 2025 – Kerugian $12,4 Miliar yang Hampir Semuanya dari Bitcoin

Bayangkan saja, dalam tiga bulan, perusahaan harus menelan kerugian sebesar $12,4 miliar atau setara dengan Rp 209 triliun. Angka yang sulit dibayangkan, bahkan untuk ukuran pemain institusi sekalipun. Penyebab utamanya jelas, ambruknya harga Bitcoin di akhir tahun 2025.

Laporan Saham MSTR

Strategy mengungkapkan bahwa mereka kini memegang 713,502 Bitcoin yang dibeli dengan total biaya $54.26 miliar. Itu artinya, harga rata-rata per koin mereka berada di level $76,052 atau sekitar Rp 1.28 miliar per koin.

Perubahan Akuntansi yang Memperparah Tampilan Laporan

Yang perlu Anda pahami, kerugian besar ini diperparah oleh perubahan standar akuntansi yang diadopsi Strategy di Januari 2025. Mereka beralih ke fair value accounting, yang memaksa setiap fluktuasi harga Bitcoin mengalir langsung ke laporan laba rugi setiap periode.

Ini berbeda jauh dengan model cost-less-impairment sebelumnya yang hanya mencatat penurunan nilai. Jadi, saat harga Bitcoin turun, laporan mereka langsung berdarah-darah, seperti yang kita lihat sekarang.

Di tengah segala kekacauan ini, ada satu hal yang tak berubah, keyakinan Saylor untuk menimbun Bitcoin. Faktanya, di Januari 2026 saja, tepat setelah kuartal yang mengerikan, Strategy malah menambah 41,002 Bitcoin ke dalam treasurinya. Sinyal ini jelas, tidak ada mundur dari strategi inti mereka. Bagi saya, ini seperti permainan poker dengan taruhan tinggi, di mana mereka all-in pada satu kartu.

Dampak Langsung ke Pasar – Saham MSTR Anjlok & Revisi Target Harga

Reaksi pasar saham sangat cepat dan keras. Saham MSTR tidak hanya jatuh 17.12% menjadi $106.99 pada penutupan pasar Rabu, tetapi terus melorot hingga $103.14 dalam perdagangan after-hours. Total penurunannya mencapai lebih dari 20% dalam hitungan jam.

Saham MSTR Turun

Analis mulai bertindak. Banyak dari mereka memotong target harga saham MSTR, menghadapi double whammy, kerugian akuntansi yang besar ditambah volatilitas pasar Bitcoin yang belum mereda. Sentimen investor jelas tercoreng.

Padahal, berdasarkan harga Bitcoin $83,740 per 1 Februari, kepemilikan Strategy bernilai pasar $59.75 miliar. Sayangnya, valuasi itu terlihat semakin tidak realistis hanya beberapa hari kemudian ketika harga Bitcoin terperosok di bawah $63,000.

Instrument Digital Credit STRC – Oasis di Tengah Badai?

Di tengah laporan yang suram, ada satu divisi yang tetap menunjukkan ketahanan, instrument Digital Credit andalan mereka, STRC (Stretch) preferred stock.

Instrument ini tumbuh menjadi $3.4 miliar dalam nilai tersatakan di tengah turbulensi pasar. Yang membuatnya menarik bagi investor pendapatan tetap adalah dividen variabelnya yang saat ini berada di tingkat anualisasi 11.25%. Mekanisme ini dirancang untuk menstabilkan harga trading di sekitar nilai pari $100.

STRC

Sejak diluncurkan, Strategy telah membayarkan distribusi kumulatif sebesar $413 juta kepada pemegang saham STRC, dengan hasil tahunan gabungan 9.6%. Untuk investor AS, semua distribusi di 2025 memenuhi syarat sebagai non-taxable return of capital manfaat yang diharapkan bertahan hingga sepuluh tahun ke depan.

Phong Le, President dan CEO Strategy, menekankan bahwa mekanisme dividen variabel ini telah membantu menjaga stabilitas harga STRC meski lingkungan harga Bitcoin melemah.

Meski laporan laba rugi berwarna merah, manajemen Strategy berargumen bahwa struktur modal mereka justru lebih kuat.

Sepanjang 2025, mereka menyelesaikan lima penawaran umum perdana (IPO) untuk berbagai kelas saham preferen, menghasilkan $5.5 miliar. Mereka juga membangun “USD Reserve” senilai $2.25 miliar (sekitar Rp 38 triliun).

Menurut Andrew Kang, CFO, cadangan kas ini cukup untuk menutup 2.5 tahun kewajiban dividen dan pembayaran bunga utang. Ini adalah buffer yang memperkuat kelayakan kredit perusahaan, bahkan ketika kerugian mark-to-market menumpuk. Dalam kata-kata Kang, struktur modal Strategy “lebih kuat dan lebih tangguh hari ini daripada sebelumnya.”

Badai Perfect Storm di Pasar Bitcoin – Liquidasi $2.71 Miliar dalam 24 Jam

Rabu itu bukan hari buruk hanya untuk Strategy, tetapi untuk seluruh pasar kripto. Bitcoin sendiri terjun dari sekitar $73,340 ke level terendah intraday $60,100, level terlemah sejak November 2025. Penurunan hariannya mencapai 12.80%, menghancurkan setiap level support dan menjebak banyak investor dalam posisi rugi.

Data Likuidasi Kripto

Data dari CoinGlass menggambarkan betapa mengerikannya hari itu, 592,012 trader dilikuidasi di semua aset kripto dalam 24 jam terakhir, menghapus posisi senilai $2.71 miliar atau setara Rp 45.8 triliun. Bitcoin sendiri menyumbang likuidasi paksa senilai $24,99 juta hanya dalam satu jam. Ini adalah pembersihan leverage besar-besaran yang meninggalkan bau ketakutan di seluruh pasar.

Keyakinan Tak Tergoyahkan Saylor & Masa Depan Strategy

Di tengah segala kekacauan ini, suara Michael Saylor tetap menjadi suara keyakinan yang tak tergoyahkan pada cryptocurrency terbaik ini. Sang Executive Chairman menyatakan bahwa Strategy telah membangun “benteng digital yang berjangkar pada 713,502 Bitcoin” dan peralihan mereka ke Digital Credit, yang sejalan dengan horizon Bitcoin tak terbatas mereka.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah keyakinan pada prediksi harga Bitcoin ini akan terbayar? Ataukah ini adalah contoh klasik dari survivorship bias? Sebagai orang yang melalui beberapa siklus bull dan bear, saya melihat ini sebagai ujian stres terbesar bagi model bisnis Strategy. Ketahanan mereka akan diuji bukan hanya oleh volatilitas harga, tetapi juga oleh kesabaran investor publik yang harus menerima laporan laba rugi yang sangat fluktuatif.

Satu hal yang pasti, dunia menonton. Setiap gerakan Strategy, setiap pembelian Bitcoin tambahan, dan setiap laporan kuartalan mereka akan menjadi barometer bagi integrasi institusional aset kripto yang lebih luas. Dan seperti biasa di dunia crypto, hanya waktu yang akan memberi tahu siapa yang benar.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

Berita Bitcoin, Berita Kripto
sulastri

Sulastri adalah penulis konten crypto dan Web3 yang juga investor sejak 2017. Kecintaannya pada teknologi blockchain menjadikannya mitra ideal bagi proyek kripto yang ingin tampil menonjol. Ia dikenal karena kemampuannya menyederhanakan konsep rumit menjadi konten yang engaging, strategis, dan tepat sasaran.

Artikel Terkait