Altcoin Stagnan, Dominasi Bitcoin Sentuh 54%: Apa Dampaknya?

Dominasi Bitcoin yang menembus 54% mengubah lanskap crypto, dan $BEST muncul sebagai solusi wallet Web3 di tengah stagnasi altcoin.

sulastri By sulastri Updated 5 mins read
Altcoin Stagnan, Dominasi Bitcoin Sentuh 54%: Apa Dampaknya?

Key Notes

  • Altcoin season gagal dimulai karena dominasi Bitcoin yang terus menguat hingga 54%, menandakan fokus pasar bergeser ke aset utama.
  • Investor mulai menghindari token spekulatif dan mengincar proyek infrastruktur Web3 seperti $BEST yang menawarkan kegunaan nyata dan stabilitas.
  • Dengan hanya satu hari tersisa sebelum presale berakhir, $BEST menghadirkan peluang strategis bagi investor yang ingin masuk sebelum harga naik.
  • .

Tren yang sebelumnya menandai awal musim altcoin, rotasi modal besar ke token-token spekulatif kini kehilangan kekuatan. Menjelang akhir 2025, investor lebih memilih kembali ke Bitcoin dibandingkan mengejar cuan dari small cap.

Dominasi Bitcoin telah menembus 54%, dan hal ini membekukan momentum untuk banyak aset baru. Sinyal ini menjadi penanda jelas bahwa pasar tengah beralih dari spekulasi menuju infrastruktur yang dapat diandalkan.

Daya Tarik Bitcoin Kini Semakin Besar

Harga Bitcoin sudah kembali menyentuh $91.623 atau sekitar Rp1,52 miliar. Namun, pasar altcoin masih stagnan.

Meskipun sempat turun ke bawah $90.000, Bitcoin terus mempertahankan dominasi pasar mendekati 55% dari total kapitalisasi pasar crypto global.

Grafik harga BTC

Lonjakan ke $91.623 ini bukan hanya kenaikan harga, tapi juga penguatan narasi bahwa BTC kini menjadi titik gravitasi baru dalam dunia aset digital.

Volume perdagangan harian Bitcoin kini telah melewati $73 miliar, atau sekitar Rp1.2 kuadriliun, lebih dari 10 kali lipat dari gabungan sebagian besar altcoin.

Ledakan ETF, ketidakpastian makroekonomi, dan meningkatnya minat terhadap eksposur aset digital yang lebih teregulasi memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset pelindung utama di dunia crypto.

Pesan pasar kini semakin jelas. Investor tak lagi mencari token dengan potensi keuntungan besar dalam waktu singkat.

Mereka menginginkan crypto terbaik dengan infrastruktur yang scalable, terpercaya, dan siap digunakan. Pergeseran ini membuat siklus altcoin tradisional kehilangan taji.

Mengapa Altcoin Season Tak Kunjung Dimulai?

Secara historis, musim altcoin biasanya muncul setelah harga Bitcoin stabil. Namun kali ini berbeda.

Beberapa token Layer-1 seperti Ethereum memang sempat memantul, tetapi indeks altcoin season masih berkutat di angka 29, jauh dari level 75 yang menandakan rotasi risiko penuh.

Altcoin Seaseon

Sebagian besar token menampilkan volatilitas tanpa arah yang jelas. Bahkan narasi besar seperti restaking Ethereum dan adopsi dApps di ekosistem Solana belum mampu menarik arus modal masuk secara signifikan.

Latar belakang makro menjelaskan banyak hal. Likuiditas masih ketat, dan kejatuhan pasar pada Oktober lalu, di mana lebih dari $19 miliar posisi leverage terlikuidasi masih membekas di benak para trader.

Saat ini, mereka memilih untuk menahan diri, mengamati, dan bertahan dalam posisi defensif. George Mandres dari XBTO Trading menyebut tanggal 10 Oktober sebagai momen kejutan yang efeknya lebih panjang dari yang terlihat. Sentimen hati-hati ini paling terasa dampaknya pada altcoin yang lebih rentan.

Dominasi Bitcoin Bisa Mengubah Siklus Pasar?

Bukan tidak mungkin bahwa altcoin season bukan sekadar tertunda, melainkan mulai kehilangan relevansi.

Beberapa analis yang mengikuti aliran dana pasar mulai percaya bahwa Bitcoin telah berevolusi menjadi lapisan infrastruktur dasar, bukan sekadar tempat penyimpanan nilai.

Setiap peningkatan dalam skalabilitas Bitcoin, kompatibilitas lintas chain, hingga teknologi Layer-2 justru mengalihkan perhatian pasar dari proyek-proyek kecil yang berdiri sendiri.

Timothy Misir dari BRN menyebut Bitcoin sebagai bentuk eksposur paling langsung terhadap pengetatan ekonomi global. Ucapan ini terdengar lebih seperti analisis meja investasi institusi ketimbang komunitas altcoin.

Jika benar demikian, siklus altcoin mungkin tengah digantikan oleh fase baru: proyek-proyek yang tidak melawan arus dominasi Bitcoin, tapi justru mendukung pertumbuhannya.

Musim Altcoin Mungkin Akan Kembali, Tapi Infrastruktur Sudah Menang Sekarang

Pasar saat ini belum menampilkan sinyal kuat untuk memicu altcoin season. Bitcoin tidak hanya mempertahankan dominasi, melainkan memperluasnya bukan sekadar sebagai aset, tetapi sebagai kerangka ekosistem yang menjadi pusat perhatian.

Itulah sebabnya modal strategis kini mulai menghindari siklus meme coin dan lebih memilih token infrastruktur seperti $BEST.

Saat ini hanya tersisa satu hari di fase presale yang sedang berlangsung, dan mereka yang terlalu lama menunda bisa kehilangan kesempatan untuk masuk di harga lebih rendah atau bahkan tertinggal dari gelombang adopsi awal.

$BEST Token: Menjadi Bagian dari Gelombang Infrastruktur Baru

Di tengah konsentrasi modal pada jaringan yang terpercaya, infrastruktur wallet kini muncul sebagai arena persaingan utama. $BEST Token hadir tepat di tengah momentum ini.

Dengan hanya beberapa jam tersisa di fase presale saat ini, $BEST telah berhasil mengumpulkan lebih dari $17,6 juta atau sekitar Rp293 miliar.

Best Wallet

Harga token saat ini berada di $0.026005 atau setara dengan Rp432. Skema presale tidak menggunakan sistem harga fluktuatif, melainkan menawarkan alokasi tetap yang jelas dan roadmap produk yang siap pakai.

Struktur proyek ini dirancang agar stabil dan mudah digunakan. Tidak ada permainan spekulasi. Tidak ada ketidakpastian.

Hanya utilitas nyata yang terintegrasi dengan dompet dan tools Web3 lainnya. Di saat altcoin banyak yang stagnan dan Bitcoin menguasai perhatian, $BEST hadir menawarkan akses dan kegunaan di dunia nyata.

Tokenomic Best Wallet

Investor bisa membeli $BEST menggunakan fiat maupun crypto, termasuk melalui Best Wallet atau dompet populer seperti Metamask.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang prediksi harga Best Wallet Token dan panduan lengkap cara beli BEST Token, pembaca bisa mengunjungi akun X(Twitter) resmi proyek dan bergabung di komunitas Telegram mereka.

Jangan lupa juga mengakses laman resmi untuk detail roadmap dan fitur produk terbaru yang sedang dikembangkan.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

Berita Bitcoin, Berita Kripto
sulastri

Sulastri adalah penulis konten crypto dan Web3 yang juga investor sejak 2017. Kecintaannya pada teknologi blockchain menjadikannya mitra ideal bagi proyek kripto yang ingin tampil menonjol. Ia dikenal karena kemampuannya menyederhanakan konsep rumit menjadi konten yang engaging, strategis, dan tepat sasaran.

Artikel Terkait