ETF Dogecoin Resmi Disetujui di AS: Ini Dampaknya bagi Pasar Meme Coin dan Proyek Baru Seperti Maxi Doge
ETF Dogecoin resmi disetujui di AS dan pasar meme coin kembali panas! Di tengah euforia ini, proyek baru Maxi Doge menarik perhatian investor. Apakah ini Shiba Inu berikutnya?
Pelaku pasar crypto kembali menyoroti sektor meme coin setelah regulator Amerika Serikat memberikan lampu hijau untuk ETF Dogecoin pertama. Peristiwa ini bukan hanya menciptakan gelombang optimisme baru terhadap DOGE, namun juga membuka peluang bagi proyek baru seperti Maxi Doge, yang saat ini sedang menggelar presale dan mulai dilirik sebagai calon penerus Shiba Inu.
Kehadiran ETF Dogecoin menjadi tonggak penting dalam sejarah meme coin. Aset digital yang dulunya dianggap hanya sebagai lelucon internet kini resmi memasuki ranah keuangan institusional. Hal ini menandakan perubahan besar terhadap cara pasar memandang meme coin dan potensi masa depannya.
ETF Dogecoin Memicu Gelombang Baru: DOGE Diterima Dunia Finansial?
Sejak diluncurkan pada tahun 2013, Dogecoin telah menjelma menjadi wajah utama dari ekosistem meme coin. Popularitasnya tumbuh pesat berkat dukungan komunitas global dan momen viral yang dipicu oleh tokoh seperti Elon Musk. Namun kini, Dogecoin menghadapi fase baru sebagai aset yang mendapatkan pengakuan resmi.
Dengan adanya ETF, ekspektasi pasar mengarah pada masuknya dana segar dari institusi dan investor yang sebelumnya tidak tersentuh oleh DOGE. Di sisi lain, muncul pula kekhawatiran bahwa citra spekulatif Dogecoin bisa memudar seiring dengan formalitas yang menyertai ETF.
Namun jika DOGE mampu bertransformasi menjadi aset yang stabil dan berfungsi sebagai alat pembayaran mikro, terutama di sektor ritel dan digital economy, maka permintaan jangka panjang bisa terjaga. Saat ini, sejumlah merchant dan layanan mikrotransaksi sudah mulai menguji coba Dogecoin sebagai alat pembayaran.
Fenomena ETF ini turut memicu pergeseran fokus investor. Banyak di antara mereka kini mulai memburu alternatif yang dinilai masih “liar” namun punya potensi pertumbuhan eksplosif. Salah satu nama yang muncul ke permukaan adalah Maxi Doge.
Maxi Doge (MAXI): Penerus Dogecoin atau Sekadar Imitasi?
Maxi Doge merupakan proyek crypto baru yang menggunakan karakter anjing Shiba Inu, mengikuti jejak Dogecoin dan Shiba Inu. Namun Maxi Doge datang dengan pendekatan berbeda. Proyek ini tidak hanya mengandalkan karakter lucu dan viralitas, melainkan juga menekankan pada aspek utilitas nyata dan branding jangka panjang.
Whitepaper Maxi Doge menjelaskan rencana ambisius untuk membangun platform trading terintegrasi, termasuk fitur futures, leveraged trading, staking, hingga kompetisi trading. Ini adalah pendekatan yang jarang ditemukan dalam dunia meme coin.
Presale token $MAXI saat ini masih berlangsung, dengan harga $0.0002585 atau sekitar Rp4,292 per token (menggunakan kurs 22 September 2025: Rp16.607/USD). Investor yang bergabung lebih awal bisa mengunci harga ini sebelum naik dalam waktu 1 hari 14 jam.
Proyek ini telah mengumpulkan dana sebesar $2,417,872.26 atau setara Rp40,181,645,918, mendekati target hard cap sebesar $2,693,860.45 (sekitar Rp44,731,184,545). Artinya, minat investor terhadap Maxi Doge sangat tinggi—dan waktu untuk masuk semakin sempit.
Countdown Menuju Kenaikan Harga: MAXI Masih di Harga Termurah
Saat ini, investor masih bisa mendapatkan $MAXI di harga awal $0.0002585 sebelum sistem presale otomatis menaikkan harga dalam kurang dari 2 hari lagi. Setelah itu, harga token akan melangkah ke fase berikutnya, menjadikannya semakin mahal untuk masuk dengan posisi awal.
Maxi Doge juga telah mengumumkan rencana untuk melakukan listing di sejumlah centralized exchange (CEX) begitu tahap presale berakhir. Langkah ini akan membuka akses ke pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi katalis bagi lonjakan volume perdagangan dan potensi harga.
Dengan hard cap yang hampir tercapai dan strategi distribusi yang transparan, Maxi Doge berada pada jalur yang tepat untuk menjadi salah satu peluncuran meme coin paling sukses tahun ini.
Lebih dari Sekadar Meme Coin: Utility Jadi Kunci Daya Tarik Maxi Doge
Salah satu kelemahan dari mayoritas proyek meme coin adalah absennya roadmap dan value proposition yang jelas. Maxi Doge berusaha keluar dari pola ini. Dengan menyajikan fitur-fitur utility seperti:
Futures dan leveraged trading platform
Sistem staking dengan reward
Kompetisi trading untuk komunitas
Proyek ini membentuk narasi bahwa meme coin bisa lebih dari sekadar “fun token.” Maxi Doge membangun citra sebagai proyek berkarakter kuat dengan potensi keterlibatan jangka panjang.
Panduan Lengkap Beli Token $MAXI: Jangan Lewatkan Sebelum Harga Naik
Masih baru di dunia crypto atau belum tahu cara ikut presale? Anda bisa mengikuti panduan cara beli Maxi Doge yang telah disusun tim CoinSpeaker Indonesia. Tutorial ini akan membantu Anda membeli $MAXI dengan ETH, USDT, maupun kartu kredit—tanpa risiko dan tanpa ribet.
Saat harga masih murah dan countdown menuju kenaikan sudah berjalan, membeli sekarang bisa jadi langkah paling cerdas untuk mendapatkan ROI terbaik saat token resmi listing.
Maxi Doge vs Shiba Inu: Siapa yang Punya Peluang Lebih Besar?
Banyak analis dan komunitas mulai membandingkan Maxi Doge dengan Shiba Inu saat awal peluncuran. Keduanya sama-sama menggunakan karakter Shiba Inu, namun Maxi Doge memulai debutnya dengan pendekatan lebih profesional, presale terstruktur, dan roadmap yang bisa dilacak secara publik.
Dengan kombinasi karakter populer dan utilitas nyata, Maxi Doge memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang dibanding kebanyakan meme coin lainnya. Presale-nya yang sudah menembus Rp40 miliar menjadi bukti awal akan minat dan keyakinan investor terhadap proyek ini.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
Ajira Maheswari adalah jurnalis dan penulis konten crypto yang fokus pada perkembangan blockchain, DeFi, dan tren altcoin global. Latar belakang pendidikannya di bidang Ekonomi Digital membawanya memahami keterkaitan antara teknologi keuangan dan regulasi di pasar Asia Tenggara. Ajira memulai kariernya sebagai penulis keuangan sebelum beralih sepenuhnya ke sektor aset digital pada tahun 2020.
Ia dikenal karena gaya penulisan yang analitis namun mudah dipahami, membuat topik kompleks seperti tokenomics dan analisis pasar lebih ramah bagi pembaca awam. Di CoinSpeaker Indonesia, Ajira rutin menulis artikel prediksi harga, liputan presale token, dan analisis makro ekonomi yang memengaruhi pasar kripto.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok