Pendiri Dogecoin vs Vitalik Buterin: Perang Opini Soal Masa Depan Token Kreator
Perdebatan sengit antara Vitalik Buterin dan pendiri Dogecoin membuka diskusi besar soal masa depan token kreator di dunia crypto. Apakah DAO solusi atau sekadar utopia? Simak ulasannya, baca selengkapnya!
Vitalik Buterin mengusulkan model token kreator berbasis DAO dan pasar prediksi untuk meningkatkan kualitas dan insentif konten.
Billy Markus menilai token kreator sebagai konsep gagal yang berujung pada token mati tanpa kegunaan jangka panjang.
SUBBD menawarkan pendekatan alternatif dengan platform AI kreator, bukan sekadar spekulasi token.
.
Panggung diskusi crypto kembali diramaikan oleh dua tokoh sentral. Di satu sisi, Vitalik Buterin, co-founder Ethereum, meluncurkan proposal ambisius untuk model token kreator baru yang memadukan DAO dan pasar prediksi. Tujuannya mulia yaitu memberi reward pada konten berkualitas dan melibatkan komunitas secara finansial.
Namun, di sisi lain, Billy Markus, sang pendiri Dogecoin, langsung menepisnya dengan sinis. Markus mencap token kreator sebagai “token mati” dan meragukan kelangsungan hidup jangka panjang model semacam itu. Perbedaan pendapat tajam ini menunjukkan betapa kompleksnya mencari format ideal untuk memonetisasi kreativitas di era Web3.
Mimpi Buterin – Reformasi Ekonomi Token Kreator dengan DAO yang Dikurasi
Dalam utas panjang di X, Buterin mengkritik habis platform token kreator yang ada. Masalah utama menurutnya adalah fokus berlebihan pada volume ketimbang kualitas, fenomena yang makin parah dengan banjirnya konten generasi AI.
Solusinya? Sebuah sistem yang lebih ketat dan terkurasi. Dalam proposal Buterin, kreator akan membuat token mereka sendiri, lalu mendaftarkannya ke DAO khusus yang beranggotakan komunitas.
Anggota DAO inilah yang akan menjadi “juri”, melakukan voting untuk memilih kreator atau konten mana yang layak didanai. Uniknya, spekulan juga diberi peran melalui pasar prediksi, di mana mereka bisa bertaruh pada konten yang mereka yakini akan lolos.
Kreator yang berhasil akan menikmati kenaikan nilai token, sementara DAO akan melakukan pembakaran (burn) token untuk menciptakan kelangkaan dan potensi apresiasi harga. Buterin berargumen, model saat ini terlalu bias pada selebritas, mencekik kreator berbakat yang tidak punya pengikut jutaan.
Kritik Pedas Markus – Token Kreator adalah Konsep yang Gagal sejak Awal
Menanggapi proposal itu, Billy Markus tidak main-main. Dengan nada blak-blakan, dia menyebut konsep token kreator cacat fundamental dan pada akhirnya hanya akan menghasilkan token yang terbengkalai.
Argumen Markus sederhana, token kreator mengikuti siklus hidup yang sama dengan ribuan koin micin lainnya meledak sesaat lalu dilupakan. Dia melihat usaha memperbaiki model yang menurutnya sudah gagal sejak awal sebagai buang-buang energi dan waktu.
Bagi Markus, komunitas dan kegunaan yang tulus (seperti pada Dogecoin) lebih penting daripada model tokenisasi yang rumit.
SUBBD – Jalan Tengah yang Menawarkan Platform, Bukan Hanya Token
Di tengah perdebatan filosofis tentang tokenisasi kreator, SUBBD ($SUBBD) muncul dengan pendekatan yang lebih praktis. Sebuah platform all-in-one yang memberdayakan kreator dengan alat AI canggih.
Alih-alih berfokus pada mekanisme token yang rumit, SUBBD memberikan solusi nyata berupa alat untuk menghasilkan ide, gambar, video, dan bahkan persona influencer AI dalam satu ekosistem.
Token $SUBBD berfungsi sebagai mata uang internal untuk akses fitur premium, langganan, dan partisipasi dalam tata kelola komunitas. Bukti bahwa pasar menyambut solusi semacam ini terlihat dari keberhasilan presale mereka yang mengumpulkan lebih dari $1.47 juta atau sekitar Rp 24,6 miliar.
Ini menunjukkan adanya kebutuhan riil akan alat yang meningkatkan produktivitas dan monetisasi kreator, di luar sekadar spekulasi harga token. Bagi Anda yang tertarik dengan potensi revolusi industri kreator, cara beli $SUBBD dapat diawali dengan kunjungi laman resmi SUBBD.
Token dijual pada harga $0.0574875 per $SUBBD dalam tahap presale. Sebelum berinvestasi, sangat dianjurkan untuk melakukan riset mendalam. Bergabunglah dengan diskusi komunitas di akun X (Twitter) dan Telegram resmi proyek, dan pelajari semua dokumen yang tersedia di laman resmi proyek.
Meski prediksi harga SUBBD menarik untuk diamati, ingatlah bahwa investasi di proyek teknologi baru seperti ini mengandung risiko tinggi dan memerlukan pemahaman yang baik tentang produk serta pasarnya.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
Sulastri adalah penulis konten crypto dan Web3 yang juga investor sejak 2017. Kecintaannya pada teknologi blockchain menjadikannya mitra ideal bagi proyek kripto yang ingin tampil menonjol. Ia dikenal karena kemampuannya menyederhanakan konsep rumit menjadi konten yang engaging, strategis, dan tepat sasaran.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok