Harga XRP Sentuh Level Terendah 15 Bulan Sejak Pilpres AS 2024, Masuki Zona Akumulasi Jangka Panjang
Prediksi harga XRP melemah setelah jatuh ke level terendah 15 bulan, memicu spekulasi zona akumulasi jangka panjang. Simak analisis lengkapnya sekarang!
XRP jatuh ke $1,40, level terendah dalam 15 bulan setelah kehilangan support penting di $1,60.
Analis melihat area $1,50–$1,30 sebagai zona akumulasi jangka panjang bagi investor.
Di tengah pasar bearish, presale Bitcoin Hyper berhasil mengumpulkan $31,2 juta dan menarik minat investor.
.
Aset kripto milik Ripple, XRP, kembali mencatatkan rekor suram. Pada saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di sekitar $1,40, menandai level terendah dalam 15 bulan sejak Pemilihan Presiden AS 2024.
Dalam sepekan terakhir, XRP telah terjun 25%, dan tercatat turun 40% untuk bulan ini. Altcoin ini kini menghadapi ujian kritis, dengan potensi untuk memantul atau justru meluncur lebih dalam menuju $1,00. Penurunan ini membuat banyak analis mulai mempertimbangkan apakah harga telah masuk ke zona akumulasi jangka panjang.
XRP Anjlok, Kehilangan Support Kunci Pasca-Rally
Setelah penurunan 10% hari ini, XRP kini resmi berada di level terendah sejak November 2024. Menarik untuk diingat, pasca kemenangan Donald Trump, XRP dan pasar kripto secara luas sempat mengalami rally, mencapai tinggi di $3,50 pada Juli 2025. Namun, sejak saat itu, token ini berada dalam tren turun berkelanjutan yang semakin intens beberapa pekan terakhir.
Kejatuhan terbaru juga menyaksikan XRP kehilangan support kritisnya di $1,60, sebuah level penting selama selloff April 2025. Hilangnya level ini menjadi sinyal kuat bahwa penjual telah mengambil kembali kendali penuh. Dengan sedikit sejarah perdagangan antara $1,44 dan $1,00, XRP berpotensi melihat penurunan cepat menuju level psikologis $1,00 jika tekanan jual berlanjut.
Peluang Akumulasi bagi Investor Jangka Panjang
Di balik sentimen negatif, analis crypto terkenal Crypto Patel melihat peluang. Ia mencatat bahwa XRP kini telah turun sekitar 58% dari all-time high-nya. Ia menambahkan bahwa pasca pullback ini, XRP telah memasuki kisaran zona akumulasi jangka panjang.
Dalam analisisnya, Patel menyoroti bahwa pasangan XRP/USDT berada di zona akumulasi awal antara $1,50 dan $1,30. Ia menyarankan pemegang jangka panjang untuk mulai membangun posisi secara bertahap, bukan terburu-buru masuk sekaligus.
Dari perspektif manajemen risiko, Patel mencatat bahwa jika XRP jatuh di bawah $1,30, rentang akumulasi potensial berikutnya bisa berada antara $0,90 dan $0,70. Ia menggambarkan zona ini sebagai peluang high-conviction jika penurunan lebih dalam terjadi.
Meski ada kelemahan jangka pendek, Patel menegaskan kembali target harga XRP jangka panjangnya di $10. Ia menekankan bahwa level entry yang lebih rendah menawarkan potensi upside yang jauh lebih baik dibandingkan membeli di harga lebih tinggi lebih awal dalam siklus. Bagi yang ingin memantau perkembangan prediksi harga XRP lebih lanjut, penting untuk mengikuti analisis dari berbagai sumber terpercaya.
Presale Bitcoin Hyper Kumpulkan $31,2 Juta di Tengah Pasar Bearish
Sementara XRP berjuang, perhatian juga tertuju pada proyek infrastruktur yang sedang naik daun. Bitcoin Hyper ($HYPER) menciptakan gebrakan dengan berhasil mengumpulkan dana $31,2 juta atau sekitar Rp 525 miliar dalam presale yang masih berlangsung.
Token HYPER akan digunakan untuk biaya transaksi, penyebaran kontrak pintar, dan hadiah staking di seluruh jaringan. Saat ini, pemegang HYPER dapat memperoleh imbal hasil staking menggiurkan sebesar 37%, menjadikannya salah satu peluang menarik di ruang kripto saat ini.
Harga token $HYPER saat ini ditetapkan sebesar $0,0136751. Bitcoin Hyper bertujuan membawa Bitcoin ke level berikutnya dengan dukungan cross-chain untuk Ethereum dan Solana.
Bagi Anda yang tertarik mempelajari lebih lanjut tentang proyek ini, termasuk melihat berbagai prediksi harga Bitcoin Hyper, langkah pertama yang paling aman adalah mengunjungi laman resmi proyek Bitcoin Hyper. Di sana Anda dapat mengakses informasi whitepaper dan roadmap secara lengkap.
Untuk update terkini dan diskusi komunitas, pastikan mengikuti akun X (Twitter) dan Telegram resmi Bitcoin Hyper. Dan sebelum memutuskan untuk berpartisipasi, luangkan waktu untuk memahami cara beli Bitcoin Hyper melalui saluran resmi yang telah disediakan, guna memastikan keamanan investasi Anda dari segala bentuk penipuan.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
Ajira Maheswari adalah jurnalis dan penulis konten crypto yang fokus pada perkembangan blockchain, DeFi, dan tren altcoin global. Latar belakang pendidikannya di bidang Ekonomi Digital membawanya memahami keterkaitan antara teknologi keuangan dan regulasi di pasar Asia Tenggara. Ajira memulai kariernya sebagai penulis keuangan sebelum beralih sepenuhnya ke sektor aset digital pada tahun 2020.
Ia dikenal karena gaya penulisan yang analitis namun mudah dipahami, membuat topik kompleks seperti tokenomics dan analisis pasar lebih ramah bagi pembaca awam. Di CoinSpeaker Indonesia, Ajira rutin menulis artikel prediksi harga, liputan presale token, dan analisis makro ekonomi yang memengaruhi pasar kripto.
Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda setuju dengan hal tersebut.Ok