Bitcoin Hyper: Layer 2 Bitcoin yang Membawa Kecepatan dan Aplikasi DeFi ke Bitcoin

On Jan 23, 2026 at 11:09 am UTC by · 4 mins read

Bitcoin Hyper menghadirkan Layer 2 berbasis Solana Virtual Machine untuk membuka DeFi cepat dan murah di jaringan Bitcoin, menjadikannya presale crypto terbaik 2026.

Di dunia crypto, Ethereum masih jadi rajanya aplikasi DeFi berkat solusi Layer 2-nya yang mengatasi masalah skalabilitas. Tapi, pernah nggak sih terpikir, gimana kalau Bitcoin yang jadi “digital gold” itu bisa memiliki kemampuan serupa?

Nah, inilah masalah besarnya, ada triliunan dolar aset Bitcoin yang menganggur di dompet, hanya sebagai store of value tanpa fleksibilitas. Namun, 2026 membawa angin segar. Kini, presale crypto terbaik seperti Bitcoin Hyper (HYPER) muncul dengan misi ambisius: mengubah Bitcoin dari sekadar “emas digital” kembali menjadi “mata uang global” yang gesit.

Bitcoin Hyper: Layer 2 Bitcoin Pertama yang Gunakan Solana Virtual Machine

Kita tahu Bitcoin itu aman dan terdesentralisasi, tapi untuk transaksi sehari-hari? Bisa dibilang kurang lincah. Bitcoin Hyper ($HYPER) hadir sebagai jaringan Layer 2 yang menjawab tantangan ini. Berbeda dengan upaya sebelumnya yang memakai sidechain atau bridge lambat, HYPER punya strategi cerdas, menggunakan Solana Virtual Machine (SVM) untuk memproses transaksi.

Bayangkan, Anda bisa merasakan pengalaman secepat Solana, tetapi penyelesaian akhirnya tetap di blockchain Bitcoin yang super aman. Teknologi ini mampu menangani ribuan transaksi per detik dengan biaya yang sangat rendah.

Inti dari protokol ini adalah “Canonical Bridge”. Setelah diluncurkan nanti, fitur ini memungkinkan pengguna memindahkan aset antara Layer 1 dan Layer 2 tanpa perlu mempercayai pihak ketiga yang terpusat.

Cara kerjanya, ketika seseorang mendepositokan BTC, Bitcoin Relay Program (sebuah smart contract yang telah diaudit di SVM) akan memverifikasi transaksi. Setelah dikonfirmasi, sistem menciptakan nilai setara di jaringan Hyper. Jadi, semua nilai di Layer 2 ini sepenuhnya dijamin oleh aset yang ada di main chain Bitcoin.

Selain mempercepat transaksi dan menekan biaya sehingga BTC bisa lebih layak jadi alat tukar infrastruktur ini membuka pintu lebar untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps) berjalan di atas Bitcoin.

Developer akhirnya bisa membangun automated market makers (AMM), protokol lending, atau strategi yield farming yang selama ini hanya mungkin di Ethereum atau Solana. Yang penting, kode smart contract-nya telah diaudit oleh Coinsult dan SpyWolf, memberi jaminan keamanan tambahan.

Apa Kata Analis Soal Potensi HYPER?

Kalau kita lihat sejarah, pertumbuhan Ethereum Layer 2 seperti Arbitrum dan Optimism yang mencapai kapitalisasi pasar miliaran dolar bisa jadi peta jalan untuk Bitcoin Hyper. Mereka berhasil membuka kunci likuiditas Ethereum.

Arbitrum, contohnya, punya Total Value Locked (TVL) miliaran dolar dan menangani lebih banyak transaksi harian daripada Ethereum sendiri. Nah, Bitcoin Hyper ($HYPER) ingin mencapai hasil serupa, tetapi untuk jaringan Bitcoin yang ukurannya setidaknya empat kali lebih besar dari Ethereum.

Coba bayangkan, jika Hyper berhasil meraih sebagian kecil saja dari adopsi yang dialami Arbitrum, perbedaan antara harga presale-nya sekarang dan kapitalisasi pasar potensialnya bisa memberikan keuntungan yang signifikan. Proyek ini diluncurkan tepat di saat kebutuhan akan Bitcoin Layer 2 yang native sangat mendesak, memberikan keunggulan first mover yang kuat.

Banyak analis crypto yang mulai menyoroti pendekatan teknis unik Hyper. Salah satunya, Borch Crypto menyebutnya sebagai pilihan terbaik untuk tahun mendatang. Dia menjelaskan kepada hampir 100.000 pengikutnya bahwa penggunaan SVM oleh Hyper akhirnya bisa menghadirkan DeFi untuk Bitcoin yang ramah bagi pengguna ritel. Prediksi harga Bitcoin Hyper pun mulai beragam, mengingat fundamental solusi yang dibawanya benar-benar menjawab kebutuhan pasar.

Kenapa Presale Hyper Menarik Perhatian?

Angka-angka di balik presale Bitcoin Hyper ($HYPER)ini memang menarik bagi investor yang mencari peluang upside. Dengan harga masuk $0,013625 per token, posisinya jauh lebih rendah dibandingkan governance token Layer 2 sejenis di pasaran.

Dan yang bikin makin mantap, dana yang telah terkumpul mencapai $30,9 juta atau sekitar Rp 522 miliar. Artinya, proyek ini punya modal yang cukup untuk menjalankan roadmap-nya tanpa hambatan, mengurangi risiko umum yang sering ditemui di proyek tahap awal.

Belum lagi, ada insentif staking APY 38% yang ditawarkan selama periode presale. Ini kesempatan bagus untuk mendapatkan imbal hasil sambil menunggu peluncuran protokol utama. Jadi, presale crypto ini bukan cuma tawaran beli token murah, tapi juga peluang untuk terlibat lebih dini dalam pembangunan infrastruktur penting bagi masa depan Bitcoin.

Bagi Anda yang tertarik untuk berpartisipasi, cara beli Bitcoin Hyper saat ini hanya melalui laman presale resmi proyek. Prosesnya dirancang sederhana dan mendukung wallet crypto populer.

Pastikan Anda mengikuti perkembangan terkini dan pengumuman resmi dengan bergabung di akun X (Twitter) serta Telegram komunitasnya. Jangan lupa kunjungi laman presale resmi Bitcoin Hyper untuk informasi paling akurat mengenai tahapan pembelian, staking, dan jadwal listing-nya nanti.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

Share:
Exit mobile version