Cadangan Bitcoin di Exchange Melonjak, Pasar Butuh Demand Segar

1 jam ago by · 3 mins read

Cadangan Bitcoin di exchange melonjak akibat inflow dari whale, miner, dan holder menengah, mempertegas fase risk-off pasar. Tanpa demand segar, reli BTC berisiko hanya sementara. Baca analisis lengkapnya di sini!

Sentimen pasar Bitcoin lagi-lagi diuji. Setelah gagal mempertahankan level terendah November, harga BTC sempat terjun ke area $74,000 atau sekitar Rp 1,24 miliar sebelum mengalami reli kecil ke kisaran $78,000 seperti saat ini.

Tapi jangan terkecoh dulu. Di balik kenaikan kecil ini, tekanan jual ternyata masih kuat, ditandai dengan indikator RSI 14-hari yang sudah masuk wilayah oversold ekstrem. Yang lebih mengkhawatirkan, data on-chain justru menunjukkan lonjakan signifikan dalam aliran Bitcoin menuju pertukaran seperti Binance.

Ini mengisyaratkan bahwa pasar mungkin butuh suntikan demand segar untuk benar-benar pulih.

Gelombang Aliran BTC ke Exchange – Tangan Besar Mulai Bergerak?

Data dari CryptoQuant menunjukkan pola yang menarik perhatian. Pada 2 Februari, terjadi penyetoran sekitar 5.000 BTC ke Binance dari koin-koin berusia 6 hingga 12 bulan. Nah, ini adalah inflow pertama dengan ukuran sebesar itu dari kohort investor menengah tersebut sejak awal 2024.

Apa artinya? Bisa jadi ini sinyal bahwa para holder yang sudah bertahan setengah hingga satu tahun mulai merasa perlu mengambil profit atau mengamankan modal di tengah ketidakpastian. Perilaku whales atau whale juga menunjukkan pola serupa. Dompet crypto yang memegang lebih dari 1.000 BTC mentransfer sekitar 5.000 BTC ke Binance pada tanggal yang sama.

Ini adalah inflow besar kedua setelah lonjakan serupa pada 18 Desember lalu. Yang perlu diingat, setelah kejadian Desember, harga Bitcoin tidak langsung jatuh, tapi kemudian turun di bawah $80.000. Jadi, pergerakan whales ini sering kali jadi pertanda, bukan penyebab langsung penurunan instan.

Tambahan Pasokan dari Miner dan Kondisi Pasar yang Lesu

Bukan cuma investor, para penambang atau miner Bitcoin juga berkontribusi pada bertambahnya pasokan di exchange. Data menunjukkan mereka mentransfer sekitar 175.000 BTC ke Binance sepanjang Januari, dengan beberapa hari mencatat lonjakan tajam hampir 10.000 BTC per hari.

Aktivitas ini kemungkinan lebih menunjukkan aksi jual terarah atau manajemen likuidasi, bukan operasi rutin biasa. Transfer besar-besaran ini terjadi saat BTC masih diperdagangkan di dekat $95.000 awal Januari, jauh sebelum harganya meluncur ke level sekarang.

Transfer besar seperti ini memang tidak selalu berarti langsung dijual. Tapi, yang jelas, ia menambah pasokan di pasar spot. Jika permintaan atau demand tetap rendah, likuiditas tambahan ini bisa berujung pada tekanan harga jangka pendek.

Fase Risk-Off yang Jelas

Menurut analisis Glassnode, kondisi pasar spot masih lemah. Indikator Spot Cumulative Volume Delta (CVD) mencapai titik terendah baru, mengonfirmasi dominasi sisi jual yang berkelanjutan. Aliran keluar dana dari ETF Bitcoin memang sedikit melambat, tetapi masih mengindikasikan distribusi yang sedang berlangsung.

Di pasar derivatif, minat terbuka (open interest) futures telah mereda dan tingkat funding rate sudah dingin, menunjukkan memudarnya permintaan posisi long. Sementara itu, Perpetual CVD terus memburuk, mengisyaratkan aksi jual agresif oleh trader berleverase. Intinya, Glassnode melihat fase risk-off yang jelas, di mana profitabilitas menurun dan kerugian yang terealisasi mendominasi suasana.

Jadi, meski ada reli kecil hari ini, lonjakan cadangan Bitcoin di exchange dari berbagai pihak mulai investor menengah, whales, hingga miner adalah lampu kuning. Pasar benar-benar membutuhkan demand segar yang kuat, entah dari inflow ETF yang besar atau akumulasi institusional baru, untuk bisa menyerap pasokan ini dan mengubah tren. Tanpa itu, reli apa pun mungkin hanya akan jadi dead cat bounce belaka.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

Share:
Exit mobile version