Prediksi Harga Ethereum Menjelang Kedaluwarsa Opsi Senilai $6 Miliar dan Lonjakan Akumulasi Institusi

On Des 26, 2025 at 2:10 pm UTC by · 6 mins read

Harga Ethereum menghadapi tekanan tinggi akibat expiry opsi senilai $6 miliar, sementara institusi besar terus menambah akumulasi ETH sebagai strategi jangka panjang.

Prediksi harga Ethereum kembali menjadi sorotan tajam di akhir pekan ini, terutama setelah munculnya data terkait opsi yang akan segera jatuh tempo senilai $6 miliar. Situasi ini dapat memicu lonjakan volatilitas pasar dalam waktu singkat, apalagi ketika sebagian besar kontrak call masih berada dalam posisi out of the money.

Di tengah kondisi ini, aksi beli besar-besaran dari institusi besar seperti Trend Research menunjukkan bahwa kepercayaan jangka panjang terhadap ETH masih tetap kuat. Harga ETH kini bergerak di sekitar $3.000 atau sekitar Rp50,2 juta, menciptakan level psikologis penting yang menjadi pusat perhatian investor dan trader.

Kedaluwarsa Opsi Berpotensi Mengguncang Harga ETH

Data terbaru menunjukkan bahwa volume call options mendominasi, dengan jumlah mencapai lebih dari 2,2 kali lipat dibandingkan put options. Sebagian besar kontrak terbuka terkonsentrasi di kisaran harga $3.500 hingga $5.000, posisi yang saat ini berada di luar area profit atau out of the money.

Dalam konteks ini, kedaluwarsa opsi senilai $6 miliar menjadi variabel utama yang dapat mengguncang pergerakan harga Ethereum dalam jangka pendek. ETH kini diperdagangkan mendekati level krusial $3.000 atau sekitar Rp50,2 juta, dan pasar menunjukkan tanda-tanda ketegangan.

Banyak investor mulai mempertanyakan apakah harga salah satu crypto terbaik ini bisa bertahan di atas level ini. Jika ETH gagal rebound dan bergerak turun, banyak call options akan menjadi tidak bernilai dan berpotensi memicu tekanan jual lanjutan. Ini bisa menciptakan gelombang perubahan sentimen yang cepat di kalangan trader.

Di tengah situasi ini, investor juga mulai mempertimbangkan alternatif diversifikasi aset. Salah satu proyek yang mulai menarik perhatian adalah Bitcoin Hyper, sebuah altcoin presale yang menawarkan utilitas teknologi tinggi di atas jaringan Bitcoin.

Posisi Futures Mengalami Tekanan Saat Volatilitas Meningkat

Pasar derivatif Ethereum menunjukkan tanda-tanda tekanan. Open interest saat ini tercatat sebesar $37,3 miliar atau sekitar Rp624 triliun, namun volume perdagangan justru melemah.

Ketimpangan ini menciptakan kondisi pasar yang rapuh, di mana fluktuasi harga kecil bisa memicu reaksi besar secara tiba-tiba. Data terbaru dari platform likuidasi menunjukkan bahwa posisi panjang mengalami tekanan terbesar dibandingkan posisi pendek.

Hal ini mengindikasikan bahwa optimisme investor mungkin mulai goyah. Jika tekanan likuidasi terus meningkat, harga ETH bisa turun kembali ke bawah zona support $2.900. Dalam skenario tersebut, resistensi di angka $3.000 bisa semakin sulit untuk ditembus.

Pergerakan teknikal Ethereum kini benar-benar berada di ujung tanduk, dengan risiko volatilitas tinggi yang mengintai menjelang akhir tahun.

Di tengah ketidakpastian ini, sejumlah investor memilih pendekatan konservatif, sambil memantau perkembangan institusional dan sentimen pasar global terhadap aset digital.

Institusi Terus Akumulasi ETH Saat Harga Mengalami Koreksi

Di saat sentimen pasar umum menunjukkan tekanan bearish, investor institusional besar justru memanfaatkan momentum koreksi harga untuk memperbesar eksposur terhadap ETH.

Trend Research tercatat melakukan pembelian sebanyak 46.379 ETH pada hari Rabu, menambah total kepemilikan mereka menjadi sekitar 580.000 ETH.

Langkah ini mengokohkan posisi mereka sebagai akumulator Ethereum institusional terbesar ketiga setelah BitMine dan Sharpink.

Jack Yi, pendiri LD Capital yang juga menjadi bagian dari struktur keuangan Trend Research, menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan alokasi dana tambahan sebesar $1 miliar atau setara Rp16,7 triliun.

Dana ini rencananya digunakan untuk membeli lebih banyak ETH dalam beberapa fase ke depan. Strategi ini menunjukkan bahwa mereka melihat penurunan harga sebagai peluang emas untuk akumulasi jangka panjang, bukan sinyal keraguan terhadap fundamental Ethereum.

Sementara itu, BitMine sebagai pemegang institusional terbesar mengumumkan bahwa mereka saat ini menguasai sekitar 3,3% dari total suplai ETH yang beredar.

Jumlah ini mencapai 4 juta ETH, dan perusahaan menargetkan peningkatan hingga 5% dari total suplai sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang mereka.

Ethereum Masih Terjebak di Area Resistance Kritis

Selama dua pekan terakhir, harga Ethereum terus bergerak sideways di antara kisaran harga $2.800 hingga $3.000 atau sekitar Rp46,8 juta hingga Rp50,2 juta.

Pergerakan ini menciptakan zona konsolidasi yang semakin memperkuat level $3.000 sebagai resistance kunci. Selama harga ETH belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, arah pergerakan jangka menengah akan tetap tidak pasti.

Dari sudut pandang teknikal, sentimen Ethereum masih menunjukkan kecenderungan bearish. Meskipun harga mencatatkan sedikit kenaikan dalam 24 jam terakhir, tekanan jual tetap mendominasi.

Pada time frame yang lebih rendah, zona $2.900 atau sekitar Rp48,7 juta berfungsi sebagai area demand yang cukup kuat. Jika ETH kembali turun ke bawah titik ini, tekanan jual bisa meningkat dan memicu koreksi lebih dalam.

Sebaliknya, jika harga mampu melakukan breakout yang meyakinkan di atas $3.000, momentum bullish berpotensi terbentuk dan mendorong ETH menuju level resistance berikutnya di atas $3.200.

Arah harga dalam beberapa hari ke depan sangat tergantung pada reaksi pasar terhadap tekanan teknikal ini, serta dinamika pasar makro secara keseluruhan.

Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di sekitar $360 miliar atau setara dengan Rp6.027 triliun, dengan suplai yang stabil di kisaran 120,69 juta ETH.

Kondisi ini mencerminkan pasar yang relatif tenang, namun berpotensi mengalami pergerakan signifikan apabila faktor teknikal atau fundamental mengalami perubahan mendadak.

Bitcoin Hyper Semakin Dilirik Saat ETH Belum Menunjukkan Breakout

Sementara harga Ethereum masih berkonsolidasi di bawah resistance penting, banyak investor mulai mencari proyek dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Salah satu proyek yang kini berada di radar komunitas crypto adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), sebuah token presale yang menawarkan infrastruktur Layer-2 berbasis Solana Virtual Machine untuk jaringan Bitcoin.

Bitcoin Hyper membedakan dirinya dari proyek spekulatif lainnya dengan menghadirkan kapabilitas smart contract berkecepatan tinggi langsung ke ekosistem Bitcoin.

Pengguna dapat menjalankan aplikasi DeFi, game Web3, dan berbagai fitur staking tanpa harus meninggalkan jaringan Bitcoin. Pendekatan ini memungkinkan kombinasi antara keamanan jaringan Bitcoin dan kecepatan eksekusi ala Solana.

Presale Bitcoin Hyper kini telah mengumpulkan dana sebesar $29,7 juta atau sekitar Rp497 miliar. Harga token saat ini berada di angka $0.013465, dan tersedia secara terbatas dengan sistem kenaikan harga otomatis setiap 72 jam. Struktur ini menciptakan urgensi dan mendorong permintaan token sejak awal.

Bagi investor yang tertarik mempelajari lebih dalam, Anda dapat melihat proyeksi nilainya melalui laman prediksi harga Bitcoin Hyper. Panduan lengkap untuk berpartisipasi dalam fase presale juga tersedia di halaman cara beli Bitcoin Hyper, termasuk informasi teknis, jadwal distribusi, dan rincian vesting.

Jangan lupa untuk mengikuti akun X (Twitter) resmi proyek serta bergabung di komunitas Telegram untuk mendapatkan pembaruan terbaru langsung dari tim pengembang.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

Share:
Exit mobile version