Simak analisis teknikal dan prediksi harga Solana terbaru. Meski ada tekanan jual dari pasar derivatif, arus masuk ETF SOL tunjukkan minat institusi.
Solana masih tertahan di sekitar $120 setelah mengalami sedikit koreksi. Meski indikator teknikal menunjukkan pola descending wedge yang berisiko memicu penurunan lebih lanjut, banyak investor tetap memantau prediksi harga Solana untuk melihat potensi rebound.
Kondisi pasar saat ini cukup membingungkan karena adanya perbedaan sikap antara institusi dan trader harian. Di satu sisi, dana masuk ke ETF Solana tetap stabil, namun di sisi lain, data pasar derivatif justru memperlihatkan sentimen negatif yang kian kuat di tengah ketidakpastian pasar kripto secara umum.
Arus Masuk ETF Tunjukkan Permintaan Institusi yang Stabil
Sentimen institusi terhadap Solana (SOL) menunjukkan ketahanan yang menarik di penghujung tahun 2026. Berdasarkan data terbaru dari SoSoValue, ETF Solana spot terus mencatatkan arus masuk bersih (inflow) meski pasar kripto secara luas sedang mengalami volatilitas tinggi.
Pekan terakhir Desember ini, produk ETF seperti Fidelity (FSOL) dan Bitwise (BSOL) memimpin akumulasi dengan total aset bersih mendekati angka $1 miliar.
🚨 Solana $SOL ETFs are coming in 2025.
A big milestone for the crypto market.
TLDR: ETFs make it easier to invest in Solana, but they don't necessarily mean more price growth.
Let's break it down 👇
Solana ETFs are exchange traded funds that track the price of the Solana… pic.twitter.com/fqVejjcD2z
— Hush (@HushWealth) December 29, 2025
Meskipun volume mingguan sempat melambat dibandingkan bulan sebelumnya, konsistensi arus dana harian ini memberikan sinyal positif bagi prediksi harga Solana. Banyak analis melihat bahwa akumulasi stabil oleh investor tradisional melalui jalur regulasi menjadi “bantalan” kuat bagi SOL untuk bertahan di atas level psikologis $120.
Apalagi, rencana pembaruan jaringan Alpenglow yang dijadwalkan segera rilis diperkirakan akan meningkatkan kapasitas transaksi secara drastis, sebuah faktor fundamental yang sering kali menjadi pemicu reli harga jangka panjang.
Menariknya, dominasi institusi ini terjadi di tengah pesimisme para trader jangka pendek di pasar derivatif.
Perbedaan pandangan ini menciptakan dinamika yang unik; sementara pasar ritel mungkin khawatir akan koreksi teknikal, institusi justru memanfaatkan harga saat ini untuk posisi jangka panjang.
Jika dukungan institusional ini terus mengalir, target pemulihan menuju area $150 hingga $200 menjadi skenario yang sangat masuk akal bagi para pemegang aset SOL dalam beberapa bulan ke depan.
Aktivitas Koin Meme Telah Kembali di Jaringan Solana
Ekosistem Solana kembali menggeliat berkat kebangkitan sektor Solana meme coin yang dipelopori oleh kemunculan The White Whale (WHITEWHALE). Token berbasis komunitas ini mencatatkan lonjakan volume perdagangan yang luar biasa sejak peluncurannya, memicu rotasi modal spekulatif kembali ke jaringan Solana setelah sempat stagnan selama beberapa bulan.
Data on-chain menunjukkan adanya pergerakan cerdas sebelum reli terjadi; sejumlah dompet besar terpantau melakukan akumulasi awal sebelum pembahasan ramai di media sosial. Momentum ini semakin diperkuat dengan pencatatan (listing) di bursa besar seperti Bybit dan Bitrue, yang memberikan akses likuiditas lebih luas bagi investor ritel.
The White Whale coin is at $68m market cap.
INSANE. @TheWhiteWhaleV2 🤯
– Wynn pic.twitter.com/K4imvJpp1B
— James Wynn (@JamesWynnReal) December 29, 2025
Fenomena ini secara tidak langsung memengaruhi prediksi harga Solana karena peningkatan aktivitas transaksi di jaringan biasanya berdampak positif pada permintaan SOL sebagai gas fee.
Meskipun memecoin sangat volatil dan sering kali tidak sejalan dengan fundamental jaringan, kesuksesan WHITEWHALE membuktikan bahwa gairah spekulasi masih menjadi mesin penggerak utama sentimen jangka pendek di ekosistem Solana.
Selain WHITEWHALE, tren “AI Agents” yang sedang marak di platform Pump.fun juga turut menyumbang peningkatan TVL (Total Value Locked) Solana, yang menurut data dari DefiLlama kini kembali mendekati level tertinggi tahunannya.
Prediksi Harga Solana: Data Derivatif Menunjukkan Bias Sisi Penjual
Berbeda dengan akumulasi tenang yang dilakukan institusi, pasar derivatif justru mengirimkan sinyal waspada bagi para pemegang aset.
Data terbaru dari CoinGlass per 30 Desember 2025 menunjukkan adanya peningkatan Open Interest (OI) pada kontrak berjangka Solana yang kini menyentuh angka $7,68 miliar. Kenaikan OI sebesar $140 juta dalam semalam menandakan masuknya modal baru, namun arah pergerakannya cenderung pesimistis.
Dominasi sentimen bearish terlihat jelas dari rasio long-to-short yang kini miring ke sisi jual. Saat ini, posisi short (taruhan harga turun) mendominasi pasar sebesar 52,49%, meningkat cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka 49,85%.
Kondisi ini menciptakan tekanan jual yang kuat di pasar, memaksa para analis untuk menyesuaikan kembali prediksi harga Solana dalam jangka pendek. Beberapa pengamat pasar memperingatkan bahwa penumpukan posisi short yang ekstrem ini sering kali menjadi pedang bermata dua.
Di satu sisi, ini menunjukkan ekspektasi penurunan menuju level dukungan $115 atau bahkan $107 jika momentum negatif berlanjut. Namun, di sisi lain, jika Solana berhasil melakukan pembalikan harga (rebound) secara tiba-tiba, akumulasi posisi short yang besar ini berpotensi memicu fenomena short squeeze, yang justru dapat mendorong harga melonjak tajam dalam waktu singkat demi melikuidasi para penjual.
Struktur Teknikal Kembali di Bawah Tekanan
Secara teknikal, pergerakan Solana saat ini masih terjebak di dalam pola descending wedge yang cukup ketat. Penolakan harga di kisaran $130 baru-baru ini memperbesar risiko terjadinya koreksi lanjutan menuju garis support bawah di sekitar level $115.
Angka ini menjadi titik krusial karena selaras dengan level terendah (swing lows) yang sempat disentuh pada akhir November dan pertengahan Desember lalu.
Indikator momentum pun memberikan gambaran yang kurang menggairahkan bagi para bulls. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) saat ini bertengger di angka 41—masih di bawah ambang batas netral 50—yang menandakan tekanan jual masih mendominasi tanpa adanya tanda-tanda jenuh jual (oversold).
Kondisi ini membuat banyak pihak merevisi prediksi harga Solana untuk tetap waspada terhadap potensi penurunan lebih dalam sebelum adanya konfirmasi pembalikan arah.
Meski begitu, ada sedikit harapan dari indikator MACD yang mulai mendatar di dekat garis nol. Hal ini memberikan sinyal awal bahwa momentum penurunan mungkin mulai melambat atau mencapai titik jenuh.
Jika Solana mampu bertahan di atas level $115 dan keluar dari pola baji ini, target pemulihan terdekat akan kembali menguji area $135 hingga $140. Namun, selama harga masih tertekan di bawah garis tren atas, risiko sideways cenderung negatif masih membayangi.
Bitcoin Hyper: Presale Kripto Terbaik di 2026 – Tawarkan Solusi Layer-2 Bertenaga Solana untuk Bitcoin
Di tengah ketidakpastian pasar, muncul tren baru yang menarik perhatian investor, yakni integrasi antara kecepatan Solana dengan keamanan Bitcoin.
Bitcoin Hyper (HYPER) hadir sebagai solusi Layer-2 inovatif yang dibangun di atas jaringan Solana untuk mendukung smart contract dan aplikasi berkecepatan tinggi, namun tetap mengandalkan keamanan akhir pada blockchain Bitcoin.
Konsep ini memperkuat narasi BTCFi yang sedang naik daun, di mana fungsionalitas Bitcoin diperluas tanpa harus mengubah protokol dasarnya.
Antusiasme pasar terhadap proyek ini terlihat sangat nyata. Hingga akhir tahun ini, tahap presale Bitcoin Hyper telah berhasil mengumpulkan dana sekitar $29,9 juta (setara Rp500 miliar), pencapaian yang membuatnya dilabeli sebagai salah satu crypto presale terbaik tahun 2026.
Keberhasilan ini tidak hanya dipicu oleh teknologinya yang revolusioner, tetapi juga karena posisinya yang strategis di dalam ekosistem Solana yang sudah matang.
Banyak pengamat menilai bahwa kehadiran infrastruktur seperti HYPER dapat memberikan pengaruh positif terhadap prediksi harga Solana, karena semakin banyak proyek besar yang dibangun di atas jaringannya, semakin tinggi pula utilitas dan nilai jangka panjang aset SOL.
Dengan dukungan pendanaan yang kuat dan basis komunitas yang terus bertumbuh, Bitcoin Hyper digadang-gadang akan menjadi bintang baru di pasar kripto pada awal tahun 2026. Proyek ini menawarkan jalan tengah bagi mereka yang menginginkan efisiensi transaksi ala Solana namun tetap setia pada ekosistem Bitcoin.
Jika peluncuran mainnet berjalan mulus, bukan tidak mungkin HYPER akan menjadi katalis utama bagi reli baru di sektor infrastruktur blockchain. Silakan kunjungi artikel kami tentang prediksi harga Bitcoin Hyper untuk mempelajari potensi pertumbuhan dan faktor-faktor yang mungkin pergerakannya di masa depan.
Tertarik dengan proyek ini? Sekarang adalah waktu yang tepat untuk bergabung mengingat harga presale, $0,013505, tidak akan bertahan lagi. Baca artikel mengenai cara beli Bitcoin Hyper untuk mendapatkan panduan selengkapnya.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
