Prediksi Harga Solana: WisdomTree Ekspansi ke Solana – Apa Dampaknya Bagi Harga SOL?

3 jam ago by · 5 mins read

WisdomTree memperluas tokenized funds ke Solana, memperkuat narasi RWA dan prediksi harga Solana di tengah adopsi institusi.

Solana kembali jadi sorotan institusi setelah manajer aset AS, WisdomTree, memperluas akses produk dana bertoken (tokenized funds) mereka ke blockchain Solana. Langkah ini membuat pengguna yang memenuhi syarat bisa mengakses produk investasi on-chain WisdomTree lewat infrastruktur berbasis Solana, sehingga ikut mengangkat narasi prediksi harga Solana.

Ekspansi ini menegaskan peran Solana yang kian penting dalam tokenisasi real-world asset (RWA), karena jaringan tersebut mulai dipakai untuk kebutuhan investasi yang lebih “nyata”, bukan sekadar transaksi kripto biasa.

Posisi Solana di Pasar Aset Tokenisasi

Solana makin serius mengambil porsi di pasar RWA (real-world asset) yang terus berkembang. Berdasarkan data dari RWA.xyz, jaringan ini saat ini menampung sekitar $1,3 miliar aset tertokenisasi, setara 5,6% pangsa pasar, dan berada di peringkat keempat di kategori tersebut.

Capaian ini menempatkan Solana sejajar dengan blockchain besar lain seperti Ethereum dan Polygon yang juga sering jadi “arena uji coba” institusi. Kombinasi adopsi dan data on-chain semacam ini biasanya ikut memengaruhi sentimen, termasuk arah prediksi harga Solana.

Bagi manajer aset, daya tarik utama Solana ada pada performa dan efisiensi biaya. Dibanding beberapa jaringan pesaing, Solana dikenal mampu memproses transaksi lebih cepat dengan biaya yang relatif rendah—dua hal yang penting untuk kebutuhan transaksi berfrekuensi tinggi, settlement, dan operasional produk dana di blockchain.

Ekspansi WisdomTree ke ekosistem Solana bisa dibaca sebagai sinyal bahwa karakteristik tersebut mulai dianggap relevan untuk produk keuangan yang skalanya besar dan membutuhkan infrastruktur yang mulus.

Kalau tren ini berlanjut, Solana berpotensi makin sering dipilih sebagai jalur “backend” tokenisasi, sementara pasar biasanya akan menilai ulang valuasi SOL seiring meningkatnya utilitas nyata.

Prediksi Harga Solana: Kondisi Pasar dan Pertimbangan Teknikal

Kabar masuknya pemain institusional muncul di saat SOL masih bergerak dalam kondisi pasar yang cenderung liar dan mudah berbalik arah. Belakangan ini, altcoin tersebut sempat keluar dari kanal harga jangka panjangnya, tetapi kemudian tertahan oleh area resistance di sekitar $128.

Grafik Harga SOL/USDT | Sumber: TradingView

Di sisi lain, $120 mulai terlihat sebagai zona penopang yang cukup penting, setidaknya jika mengacu pada jejak transaksi dan reaksi harga dalam beberapa sesi terakhir. Dari sisi indikator, Relative Strength Index (RSI) pada timeframe pendek mengisyaratkan tenaga beli mulai mereda, sejalan dengan meningkatnya keraguan di pasar aset digital secara umum.

Pada saat tulisan ini dibuat, Solana (SOL) diperdagangkan di kisara $115. Sejumlah analis, termasuk Dave Kim, memberi perhatian ekstra pada support $112 untuk beberapa hari ke depan, terutama setelah zona $116 – $115 yang sebelumnya menjadi pijakan berhasil ditembus ke bawah.

Kondisi ini membuat banyak pelaku pasar menilai risiko penurunan lanjutan masih terbuka jika pembeli tidak cepat mengambil alih momentum.

Bagi para investor, langkah seperti integrasi WisdomTree biasanya dipandang sebagai dorongan struktural, bukan pemicu harga instan.

Reaksi jangka pendek memang bisa terjadi karena berita, tetapi prediksi harga Solana dalam horizon yang lebih panjang tetap bergantung pada apakah integrasi tersebut benar-benar mendorong aktivitas on-chain yang konsisten dan memperdalam likuiditas pasar.

Implikasi Lebih Luas untuk Solana dan Pasar Kripto

Langkah WisdomTree menambah daftar panjang perusahaan keuangan tradisional yang mulai “mencoba-coba” blockchain publik untuk kebutuhan tokenisasi dan settlement. Bagi Solana, adopsi yang berkelanjutan dari institusi teregulasi bisa memperkuat posisinya sebagai platform yang masuk akal untuk aplikasi keuangan dunia nyata, terutama di ranah RWA (real-world assets).

Jika semakin banyak produk keuangan serius dibangun dan dijalankan di jaringan, narasi Solana bukan cuma soal biaya murah atau transaksi cepat, tetapi juga soal kesiapan infrastruktur.

Dari kacamata yang lebih luas, tren ini menunjukkan keterlibatan institusi di kripto mulai bergeser. Bukan lagi sebatas eksposur pasif lewat instrumen investasi, melainkan penggunaan langsung di on-chain untuk distribusi aset dan penyelesaian transaksi.

Ketika manajer aset makin sering menguji jalur berbasis blockchain, jaringan yang mampu memenuhi tuntutan performa, kepatuhan, dan keandalan kemungkinan tetap jadi sorotan, meski pasar sedang naik-turun.

Dalam konteks itu, prediksi harga Solana sering ikut dipengaruhi oleh seberapa cepat penggunaan nyata seperti ini berkembang, bukan hanya sentimen harian.

Bitcoin Hyper (HYPER): Narasi yang Kuat di Tengah Gejolak Pasar

Bitcoin Hyper (HYPER) lagi ramai dibahas karena posisinya masih berada di fase presale dan menargetkan narasi “Bitcoin Layer-2” yang lebih cepat, dengan dukungan eksekusi smart contract lewat pendekatan seperti Solana Virtual Machine (SVM).

Presale Bitcoin Hyper | Sumber: Bitcoin Hyper

Dalam dokumen panduan yang beredar, presale ini disebut sudah dimulai sejak 14 Mei 2025 dan diproyeksikan berakhir di Q1 2026, meski waktu pastinya tetap bergantung pada permintaan dan kondisi pasar. Di fase presale, harga token juga dibuat naik bertahap setiap beberapa hari untuk memberi insentif bagi pembeli awal.

Narasi yang kuat telah membuat HYPER menjadi salah satu crypto presale terbaik tahun ini. Perolehan presale telah melampaui $31,1 juta atau sekitar Rp522 miliar dengan harga presale terkini di $0,013655 per token.

Presale HYPER menerima beberapa opsi metode pembayaran, termasuk ETH, USDT, SOL, dan BNB. Para investor juga dapat melakukan pembelian menggunakan fiat dengan mengikuti panduan cara beli Bitcoin Hyper.

Sejumlah analis optimistis dengan masa depan HYPER, bahkan menyebutnya sebagai koin naik 1000x karena minat terhadap presale yang luar biasa.

Meski begitu, penting dicatat: hype presale tidak selalu sejalan dengan pergerakan harga setelah rilis. Karena itu, kalau kamu mengaitkannya dengan prediksi harga Solana, konteks yang lebih relevan biasanya ada di sentimen pasar dan arus likuiditas—apakah modal spekulatif mengalir ke presale seperti HYPER atau kembali ke aset mapan seperti SOL.

Oleh sebab itu, pastikan untuk mempelajari secara mandiri bagaimana potensi HYPER di ruang kripto dengan membaca prediksi harga Bitcoin Hyper.

 

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

Share:
Exit mobile version