Shiba Inu Burn Rate Meledak 3.915.071% Saat Altcoin Mulai Rebound

On Des 19, 2025 at 12:12 pm UTC by · 5 mins read

Lonjakan burn rate Shiba Inu di atas 3 juta persen tidak serta-merta mendorong harga SHIB, membuka jalan bagi Maxi Doge sebagai pilihan spekulatif baru investor.

Dalam 24 jam terakhir, ekosistem Shiba Inu kembali mencuri perhatian pasar crypto setelah mencatat lonjakan burn rate yang sangat ekstrem. Data dari Shibburn, platform pelacak burn resmi SHIB, menunjukkan kenaikan burn rate sebesar 3.915.071,74%, sebuah angka yang jarang terjadi bahkan untuk standar meme coin.

Peristiwa ini terjadi di tengah tanda-tanda awal rebound altcoin secara global, memunculkan kembali diskusi soal kelangkaan token dan dampaknya terhadap harga. Meski harga SHIB belum merespons secara agresif, dinamika suplai dan perilaku investor mulai menunjukkan pola menarik yang layak diperhatikan oleh trader dan holder jangka menengah.

Burn Rate SHIB Naik Tajam dalam 24 Jam Terakhir

Lonjakan burn rate Shiba Inu kali ini setara dengan penghapusan permanen sebanyak 21.611.748 SHIB dari total suplai yang beredar. Angka tersebut memang terlihat kecil jika dibandingkan dengan total suplai SHIB yang sangat besar, namun persentase kenaikannya mencerminkan aktivitas burn yang tidak biasa dalam waktu singkat.

Hingga saat ini, ekosistem Shiba Inu telah membakar sekitar 410.753.929.644.556 SHIB dari suplai awal token. Setelah proses burn berkelanjutan ini, jumlah token yang masih beredar berada di kisaran 585.277.528.786.334 SHIB.

Secara teori ekonomi dasar, pengurangan suplai seharusnya memberikan tekanan positif terhadap harga, terutama jika permintaan tetap stabil atau meningkat.

Mekanisme burn pada SHIB memang dirancang untuk secara bertahap mengurangi suplai masif yang menjadi salah satu kritik utama terhadap token ini sejak awal kemunculannya.

Namun, realitas pasar crypto sering kali tidak bergerak secara linear, karena sentimen, likuiditas, dan perilaku investor memiliki pengaruh yang sama besar.

Harga SHIB Belum Mengikuti Dampak Burn

Meski burn rate melonjak tajam, harga Shiba Inu belum menunjukkan reaksi yang sepadan. Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap, SHIB diperdagangkan di sekitar $0.000007377, atau sekitar 0,12 rupiah, dengan penurunan sekitar 1,5% dalam 24 jam terakhir.

Kondisi ini menunjukkan bahwa supply shock yang terjadi belum cukup kuat untuk mendorong pergerakan harga jangka pendek. Situasi ini menegaskan bahwa burn bukan satu-satunya faktor penentu harga. Permintaan pasar, arus modal, serta sentimen makro masih memegang peranan dominan.

Dalam beberapa minggu terakhir, pasar altcoin sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun SHIB justru tertinggal dibandingkan beberapa token lain yang berhasil mencatat rebound lebih cepat.

Menariknya, ekosistem Shiba Inu sebenarnya mengalami beberapa katalis yang berpotensi mendorong harga. Salah satunya adalah lonjakan aktivitas whale. Sekitar satu minggu lalu, data on-chain menunjukkan lebih dari 1 triliun SHIB dipindahkan ke exchange hanya dalam 24 jam.

Pergerakan besar ini biasanya mengindikasikan persiapan distribusi atau reposisi aset oleh investor besar. Bahkan insiden eksploitasi Shibarium sebelumnya tidak cukup kuat untuk mengusir para whale ini dari ekosistem SHIB.

Optimisme SHIB Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Walau performa harga jangka pendek belum menggembirakan, optimisme terhadap SHIB belum sepenuhnya padam. Komunitas yang besar, ekosistem yang terus berkembang, serta mekanisme burn yang konsisten masih menjadi fondasi utama narasi jangka panjang token ini.

Banyak investor memilih untuk bersabar, menunggu momentum pasar yang lebih luas sebelum dampak burn benar-benar tercermin pada harga.

Namun, sebagian investor juga mulai melakukan rotasi modal ke proyek lain yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih agresif dalam waktu dekat.

Fenomena ini umum terjadi saat pasar berada dalam fase transisi, di mana modal bergerak dari aset yang stagnan menuju proyek dengan narasi baru dan momentum presale yang kuat.

Presale Maxi Doge (MAXI) Masuk Sorotan Investor

Di tengah lambatnya respons harga SHIB, perhatian pasar mulai beralih ke Maxi Doge (MAXI), sebuah proyek crypto bertema anjing yang saat ini berada dalam fase presale.

Token ini mulai menarik minat karena berhasil membangun momentum positif dalam waktu relatif singkat dan masuk dalam jajaran presale crypto yang paling banyak dibicarakan tahun 2025.

Hingga saat ini, presale Maxi Doge telah mengumpulkan sekitar $4,3 juta, atau setara dengan puluhan miliar rupiah, sebuah pencapaian yang menunjukkan minat investor yang cukup kuat.

Harga token MAXI saat ini berada di level $0.000274, atau sekitar 4,5 rupiah per token. Angka ini menempatkan MAXI sebagai aset berisiko tinggi dengan potensi upside besar, sebuah kombinasi yang sering dicari oleh investor spekulatif di fase awal proyek.

Minat terhadap MAXI mencerminkan pola klasik di pasar crypto, di mana investor mencari peluang baru saat aset lama bergerak lambat. Presale Maxi Doge juga menawarkan kemudahan partisipasi, karena pembelian dapat dilakukan menggunakan kartu kredit, debit, maupun crypto, sehingga memperluas basis calon investor.

Strategi Investor di Tengah Rotasi Modal

Kondisi pasar saat ini memperlihatkan kontras yang jelas antara proyek mapan seperti SHIB dan proyek baru seperti MAXI. Shiba Inu menawarkan stabilitas relatif, komunitas besar, serta mekanisme deflasi jangka panjang melalui burn.

Di sisi lain, Maxi Doge menghadirkan narasi pertumbuhan awal, potensi ROI tinggi, dan daya tarik presale yang sering kali memicu euforia pasar.

Bagi investor yang ingin mendalami potensi jangka panjang, analisis mengenai prediksi harga Maxi Doge menjadi salah satu topik yang mulai banyak dicari, seiring meningkatnya minat terhadap proyek ini. Pemahaman mengenai tokenomics dan roadmap menjadi kunci sebelum mengambil keputusan investasi.

Informasi lengkap mengenai cara beli Maxi Doge tersedia di situs resmi proyek, yang juga menyediakan update rutin terkait tahapan presale. Investor yang ingin mengikuti perkembangan terbaru dapat memantau akun X (Twitter) dan Telegram resmi Maxi Doge, sekaligus mengunjungi laman resmi proyek untuk mendapatkan gambaran menyeluruh sebelum harga token mengalami penyesuaian di tahap berikutnya.

Di tengah lonjakan burn SHIB dan munculnya presale baru seperti MAXI, pasar crypto kembali menunjukkan dinamika khasnya. Pergerakan suplai, sentimen komunitas, dan rotasi modal terus membentuk peluang baru bagi investor yang mampu membaca arah pasar dengan cermat.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Coinspeaker Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Coinspeaker Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

Share:
Exit mobile version